Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Sekretaris Jenderal PGRI Dudung Abdul Qodir menyampaikan kekecewaannya terhadap pengumuman yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset (Kemendikbudristek) terkait batalnya 3043 calon guru PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) mendapatkan tempat prioritas 1 (P1).
Baca juga: 42% Guru Terjerat Pinjol, PGRI Sebut Fenomena Gunung Es
Dalam surat pengumuman itu Kemendikbudristek tidak memberikan alasan apa pun terkait pembatalan penerimaan 3043 calon guru PPPK yang telah menunggu hampir satu tahun untuk mendapatkan tempat.
“Ini sangat menyakitkan, PGRI prihatin. Karena kami pun tidak mendapatkan info mengapa mereka tidak memenuhi syarat, mengapa mereka tidak mendapatkan tempat, tidak ada alasan yang jelas. Harusnya ada transparansi. Tetapi bagi PGRI, mendorong ketika sudah dinyatakan lulus, logikanya mereka harus segera mendapatkan penempatan sekolah. Ini karena kita sangat kekurangan guru,” kata Dudung kepada Media Indonesia, Senin (6/3).
Dudung mengkritisi pembatalan sepihak yang telah merugikan ribuan guru yang selama ini telah menaruh harapan besar. Dia mendorong agar Kemendikbudristek dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-Rebiro) untuk segera melakukan kajian ulang mengenai sistem penerimaan PPPK.
“Apa pun alasannya, karena mereka sudah dinyatakan lulus, jadi harusnya mendapatkan tempat sekolah yang mereka impikan. Mereka sudah sangat menanti keputusan dari pemerintah terkait dengan PPPK. Mereka dalam surat hanya menyampaikan silakan kalau ada ketidakpuasan menghubungi link di bawah ini. kalau seperti itu ada sebuah hal yang sepihak,” ujar Dudung.
“Tiba-tiba setelah hasil verifikasi, harusnya kalau memang tidak memenuhi syarat, memenuhi syarat apa, kalau tidak lengkap, tidak lengkapnya apa, sehingga mereka ada waktu untuk memperbaiki. Ini mereka menunggu begitu lama, hampir setahun lebih. Ini tiba-tiba mereka dengan tragis tidak mendapatkan tempat,” imbuh dia.
Dia juga mendorong agar pemerintah terus terang dan membeberkan alasan yang jelas agar para guru mengetahui penyebab pembatalan penempatan tersebut.
“Kalau pemerintah sedang tidak ada anggaran, sampaikan tidak ada anggaran. Kalau memang tidak memenuhi syarat, seharusnya dari awal sistem menyatakan itu, sehingga tidak menyakitkan guru. Ini menyakitkan guru. Luar biasa,” tegas Dudung.
Baca juga: Hasil Seleksi PPPK Guru Tahun 2022 Paling Lambat Diumumkan 10 Maret 2023
Dia berharap ribuan guru yang masuk dalam daftar tersebut untuk tidak diam saja. Dia menyarankan agar segera berkoordinasi untuk mempertanyakan langsung ke Direktorat Guru dan Tenaga (GTK) Pendidikan Kemendikbudristek.
“Kita harus mendapatkan penjelasan. Jangan sepihak seperti ini. Kalau mempertanyakan melalui online, jawabannya pasti sepihak juga. Dijawab dengan mesin. Harus ada penjelasannya yang runut, sistematis terkait mengapa mereka tidak mendapatkan formasi di tahun 2023 ini,” pungkasnya. (Z-7)
Pelantikan pengangkatan guru dan tenaga pendidikan tersebut akan dilaksanakan secara serempak pada Jumat (12/12).
Hetifah menekankan jika status honorer akan dihapus, tidak boleh dimaknai sebagai penghapusan hak.
Selain penambahan insentif, pemerintah juga menyiapkan program pengembangan kompetensi yang lebih terstruktur untuk para guru.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menilai kesejahteraan guru, khususnya guru honorer, masih perlu menjadi perhatian serius karena mereka berada di garda terdepan dalam proses pendidikan.
Pemerintah berencana meningkatkan kesejahteraan guru honorer di Indonesia melalui penambahan insentif serta sejumlah kebijakan pendukung lainnya.
Pihak Kemendikdasmen mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengupayakan penuntasan guru PPG untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer.
PGRI mendesak pemerintah dan DPR untuk memasukkan Perlindungan Guru secara eksplisit dalam rancangan peraturan perundang-undangan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sedang menjalankan revolusi.
Sejumlah guru membeli makanan tradisional jenang saat aksi borong dagangan di Pasar Bawang, Kota Kediri, Jawa Timur.
PGRI mengapresiasi sikap Presiden Prabowo Subianto yang memberikan rehabilitasi kepada dua tenaga pendidikan Abdul Muis dan Rasnal asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan
TKA merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berlandaskan pada nilai integritas dan kejujuran.
Seorang guru bernama Melani Wamea, 31, di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, tewas dianiaya sekelompok orang tidak dikenal (OTK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved