Sabtu 04 Maret 2023, 09:45 WIB

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker

Freepik
Ilustrasi

 

DOKTER spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Faizal Drissa Hasibun menyarankan orang-orang jangan sampai mengalami obesitas demi mencegah terkena kanker di kemudian hari.

"Hindari pola makan tak sehat, jangan sampai muncul sindrom metabolik seperti obesitas. Itu awal langkah buruk untuk risiko kanker," kata Faizal dalam sebuah diskusi kesehatan yang digelar daring, Jumat (3/3).

Menurut Kementerian Kesehatan, kondisi obesitas ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 27 yang didapatkan dari hasil membagi antara berat badan dalam satuan kilogram dibagi tinggi badan dalam satuan meter dan dikuadratkan.

Baca juga: Atasi Obesitas dengan Dorong Pemahaman dan Ubah Stigma di Masyarakat

Selain pengukuran IMT, ada juga penghitungan menggunakan lingkar perut untuk menunjukkan obesitas sentral. Laki-laki dikatakan obesitas sentral bila lingkar perutnya lebih dari 90 cm, sementara perempuan di atas 80 cm.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengaitkan obesitas dengan risiko lebih tinggi terkena 13 jenis kanker antara lain di tiroid, payudara, hati, ginjal, dan usus. 

Menurut CDC, obesitas dapat menyebabkan perubahan dalam tubuh yang membantu menyebabkan kanker. Perubahan ini dapat mencakup peradangan yang bertahan lama dan kadar insulin yang lebih tinggi dari normal.

Baca juga: Obesitas di Perkotaan Lebih Tinggi

Oleh karena itu, demi mencegah tubuh agar tidak sampai terkena obesitas, pola hidup sehat termasuk memperhatikan asupan makanan sehat dan gaya hidup aktif menjadi penting.

Faizal mengingatkan masyarakat untuk mengurangi makanan berlemak dan menerapkan diet sehat dan seimbang termasuk memilih makanan segar, memperbanyak asupan buah dan sayur karena makanan ini mengandung serat guna mencegah menempelnya zat-zat jahat yang bisa diserap usus.

"Beberapa makanan mengandung pewarna, pengawet sering komposisinya zat karsinogenik, itu mesti hati-hati. Penggunaan minyak goreng berulang sampai hitam itu bisa menimbulkan risiko kanker," kata Faizal.

Baca juga: Obesitas Bisa Tingkatkan Sindrom Metabolik Pemicu PTM

Dia juga mengatakan minuman beralkohol yang menjadi salah satu momok yang meningkatkan risiko kanker lambung, hati dan leher.

Di sisi lain, menghindari asap rokok dan kebiasaan merokok, aktif bergerak dan meminimalisir stres juga dapat menjadi cara mencegah kanker.

"Bila duduk dua jam harus melakukan gerak kecil 15 menit. Hal itu bisa mengurangi risiko terkena kanker 15% - 27%, minimalisir stres, ibadah membantu menenangkan pikiran dan diri, menekan stres," pungkas Faizal. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Freepik

Tetap Sehat Saat Puasa dengan Istirahat yang Cukup

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 27 Maret 2023, 07:00 WIB
"Kita harus bisa mengelola istirahat kita yang cukup, jadi istirahat yang cukup itu jadi satu bagian kita untuk benar-benar bisa...
Dok. kemendikbudristek

Kemitraan Indonesia-Prancis Wujudkan Pusat Riset Terkait Revolusi Industri 4.0

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Maret 2023, 22:30 WIB
Indonesia mendapat perhatian khusus dari Schneider Electric Global dengan program Centre of Excellence (CoE) melalui Country Visit...
Antara/Makna Zaezar

Pakar Linguistik: Orang Tua Punya Peran Penting Dalam Penggunaan Bahasa Bagi Anak

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 26 Maret 2023, 22:00 WIB
"Jadi kita membentuk identitas anak Indonesia yang bangga atas negara dan bahasanya. Kontrol tetap di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya