Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang meyakini bahwa penyandang disabilitas, khususnya di Sumatera Utara (Sumut), mampu menopang hidupnya secara mandiri melalui usaha.
Hal tersebut ia sampaikan kepada para penerima manfaat program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), di antaranya penyandang tuna netra, penyandang disabilitas, dan korban kebakaran, dalam rangka Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR ke Sentra Bahagia, Medan, Sabtu (18/2)
“Kalau ada tekad dan semangat pasti bisa meringankan beban hidup dengan usaha," ucapnya.
Marwan menilai yang dibutuhkan penyandang disabilitas dari Pemerintah bukan sekedar bantuan, namun modal untuk menopang perekonomiannya.
"Kami melihat kelompok penyandang disabilitas ini sebetulnya bisa menjadi penopang ekonomi mereka bisa bangkit dengan modal yang diberikan,” ungkap politikus Fraksi PKB ini.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut II itu pun mengapresiasi program ATENSI Kementerian Sosial (Kemensos). Sebab, program itu tidak hanya memberikan bantuan sosial namun juga sebagai upaya pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
ATENSI sendiri merupakan salah satu program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) dalam upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas yang meliputi perlindungan sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial, dan rehabilitasi sosial.
Marwan mencontohkan salah satu bantuan yang diberikan program ATENSI, yaitu sepeda motor roda tiga, dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk berbagai usaha.
"Sepeda motor ini bisa digunakan untuk usaha jual pulsa atau paket internet, bengkel sepatu, jual sayur dan lainnya," katanya.
Oleh karena itu, Marwan berharap dengan pemberian bantuan ini penyandang disabilitas kedepannya juga mampu berkontribusi sebagai penopang ekonomi nasional.
"Penopang ekonomi kita adalah ekonomi masyarakat yang sekecil apapun namun tetap berjalan dan tumbuh kuat. Dan kami harap salah satunya dari para penyandnag disabiitas ini," pungkasnya. (RO/OL-09)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendistribusikan bantuan berupa tangan prostetik bagi penyandang disabilitas di wilayah Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Setelah mengumpulkan alat bukti yang cukup, termasuk hasil visum et repertum (VER), polisi bergerak cepat mengamankan pelaku.
Akses terhadap alat bantu dengar yang layak masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga kurang mampu karena harganya yang relatif mahal.
Komitmen negara untuk melindungi dan memenuhi hak setiap warganya, termasuk penyandang disabilitas, harus konsisten diwujudkan dengan dukungan semua pihak.
Kemensos bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendesak pemerintah antisipasi kenaikan jumlah penyandang disabilitas melalui layanan publik dan puskesmas ramah disabilitas.
Kemensos bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
PEMERINTAH Kota Padang menyalurkan santunan kematian dari Kementerian Sosial RI kepada ahli waris korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada akhir November 2025 lalu.
Kemensos mengirimkan Tim Asesmen khusus ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memverifikasi status sosial ekonomi keluarga YBS.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim Tim Asesmen ke Ngada, NTT, untuk mendalami kondisi keluarga YBS, anak SD yang bunuh diri beberapa waktu lalu.
Kemensos menonaktifkan 13,5 juta peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sepanjang 2025.
Peserta JKN yang dinonaktifkan tersebut bisa mengaktifkan kembali status kepesertaan JKN-nya jika yang bersangkutan memenuhi beberapa kriteria.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved