Kamis 26 Januari 2023, 14:40 WIB

Wapres: Usulan Vaksin Booster Kedua Berbayar agar Gotong-Royong

Mediaindonesia | Humaniora
Wapres: Usulan Vaksin Booster Kedua Berbayar agar Gotong-Royong

Dok.SETWAPRES
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pemerintah mengemukakan wacana mengenai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis booster atau penguat kedua berbayar bagi warga yang tidak mendapat bantuan iuran jaminan kesehatan nasional guna mengurangi pengeluaran subsidi.

"Memang ada wacana untuk booster kedua ini bagi yang pemegang PBI (penerima bantuan iuran), yaitu bantuan pemerintah, itu dibebaskan, tapi untuk non-PBI diwacanakan untuk berbayar," katanya di Universitas Indonesia, Jakarta, hari ini.

"Maksudnya apa? Supaya mengurangi beban subsidi, dan kedua juga menghidupkan semangat saling membantu, bergotong royong, yang kuat membantu yang lemah," ia menambahkan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (24/1) mengemukakan kemungkinan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis penguat kedua berbayar bagi warga yang tidak mendapat bantuan iuran jaminan kesehatan nasional dari pemerintah.

Wakil Presiden mengemukakan bahwa biaya vaksinasi COVID-19 dosis penguat kedua bagi warga bukan penerima bantuan iuran jaminan kesehatan semestinya diupayakan tidak memberatkan warga.

Baca juga: Menkes Rekomendasikan Film Last Of Us Sebagai Pengingat pandemi pada Masa Depan

"Tidak memberatkan, dan kemudian orang jangan sampai karena (vaksin) bayar tidak mau di-booster, makanya harganya tidak (boleh) menghalangi orang untuk melakukan booster," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah mengupayakan seluruh warga mendapat vaksinasi COVID-19 penuh supaya memiliki daya tahan tinggi terhadap infeksi virus corona.

Setelah melaksanakan vaksinasi dosis keempat atau dosis penguat kedua kepada tenaga kesehatan dan warga lanjut usia, pemerintah mengumumkan pelaksanaan vaksinasi penguat kedua bagi kelompok sasaran masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas mulai 24 Januari 2023.

Vaksinasi COVID-19 dosis penguat kedua dapat diberikan sekitar enam bulan setelah vaksinasi dosis penguat pertama.

Menurut data yang disiarkan di laman informasi vaksinasi Kementerian Kesehatan pada Kamis, sasaran vaksinasi COVID-19 di Indonesia seluruhnya 234.666.020 orang.

Vaksinasi COVID-19 dosis pertama, kedua, ketiga (penguat pertama), dan keempat (penguat kedua) tercatat sudah dilakukan pada berturut-turut 87,02 persen, 74,59 persen, 29,51 persen, dan 5,39 persen dari sasaran vaksinasi.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Ist

Cara Atasi Penuaan Kulit: Tujuh Hal yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan

👤mediandonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 22:29 WIB
Penuaan ekstrinsik adalah agresi eksternal  seperti polusi atau sinar UV dan kebiasaan gaya hidup seperti merokok atau makan...
Antara

PGI Minta Presiden Perhatikan Kasus Larangan Beribadah

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 08 Februari 2023, 22:24 WIB
PGI mencatat setidaknya ada lima peristiwa diskriminasi dan intoleransi sejak 17 Januari 2023. Larangan itu dengan alasan rumah ibadah...
DOK/TACO

TACO Dukung Pameran Seni Rupa Art Jakarta Gardens

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 08 Februari 2023, 22:05 WIB
Pagelaran Art Jakarta Gardens kali ini menjadi awal bagi TACO untuk mendukung industri kreatif Indonesia pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya