Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengajak semua masyarakat untuk meningkatkan literasi mengenai pangan lokal dalam memperingati Hari Gizi Nasional ke-63.
“Menurut saya memaknai Hari Gizi Nasional sebagai waktu untuk meningkatkan edukasi penting sekali. Jadi, perubahan pola makan itu penting sekali,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat ditemui ANTARA di Jakarta, Rabu (25/1).
Hasto menuturkan makanan untuk mencegah stunting pada anak, sebenarnya tidak membutuhkan makanan yang mahal. Ia menilai dari segi finansial, banyak keluarga di Indonesia hidup secara berkecukupan untuk memberikan akses makanan sehat yang bisa memenuhi asupan mikronutrien maupun gizi seimbang anak-anaknya.
Baca juga: Presiden Beberkan Faktor Penghambat Penurunan Stunting
Baca juga:BMKG: Potensi Hujan Lebat di Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Esok Hari
Sayangnya, masyarakat masih banyak yang belum memahami hal tersebut. Perbedaan pengetahuan dalam mengelola menu makanan sehat yang sesuai standar dan disesuaikan dengan kelompok usia anak.
Minimnya literasi tersebut dapat dibuktikan dengan kebiasaan orang tua saat ini, lebih memilih memberikan makanan siap saji seperti junk food atau makanan kotakan bermerek di toko-toko besar. Dalam penerapan pola asuh pun, beberapa orang tua segera berhenti menyuapi anaknya, ketika mulai menolak untuk melanjutkan waktu makan.
Seharusnya sebagai negara adi pangan yang melimpah, masyarakat dapat lebih memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di sekitarnya. Pengetahuan tersebut, akan meningkatkan gizi anak bangsa dan mematahkan anggapan atas pemberian makanan anak dari bahan-bahan yang monoton serta menepis anggapan makanan sehat harus mahal.
“Sebetulnya makanan untuk mencegah stunting tidak perlu mahal. Telur cukup, daun kelor bagus. Ikan pun tidak harus ikan tuna, ikan yang mahal, salmon itu mahal. Menurut saya belilah ikan kembung yang sudah mengandung DHA Omega3. Jadi, tidak perlu mahal, kita ini pola makannya yang perlu diubah,” katanya.
Selain meningkatkan literasi pangan lokal, Hasto juga mengajak para ibu pelan-pelan belajar mengolah Makanan Pendamping Asi (MPASI) di rumah. Pengembangan minat itu bisa membantu ibu mencegah anak untuk mengonsumsi jajanan tidak sehat, juga menekan pengeluaran dari makanan praktis yang mempengaruhi ekonomi keluarga.
Ibu dapat secara perlahan belajar membuat MPASI bertekstur halus bagi bayi usia 7-8 bulan, atau makanan cincang bagi bayi yang berusia 1 tahun.
Ia berharap keluarga bisa memaknai Hari Gizi Nasional sebagai hari yang penting untuk anak tersebut, dengan menyadari pentingnya mempelajari lebih dalam pemberian asupan gizi dan pola asuh pada anak-anak.
“Harapan saya di Hari Gizi Nasional ini, kita betul-betul bisa membangkitkan kesadaran dengan pola makan yang sehat bagi anak-anak kita. Itu harapan saya,” ujarnya. (Ant/H-3)
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Kaji Reka merupakan forum untuk mendiseminasikan berbagai hasil kajian dari daerah agar dapat diketahui masyarakat.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Sederet Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru diantaranya ultra processed food
Temuan tersebut diperoleh dengan menelaah data konsumsi makanan dari 112 negara yang mencakup 99% emisi gas rumah kaca terkait pangan secara global.
Kacang juga kaya nutrisi penting lain seperti magnesium, vitamin E, dan antioksidan, yang tak hanya membantu kenyang tetapi juga mendukung kesehatan jantung
Diet Barat dan diet tradisional sering dibandingkan. Artikel ini membahas perbedaan, manfaat, dan dampaknya bagi kesehatan tubuh secara lengkap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved