Jumat 20 Januari 2023, 07:28 WIB

Postur Tubuh Pengaruhi Setelan Jas? Ini Cara Hariom's Tailor Menyesuaikannya

mediaindonesia.com | Humaniora
Postur Tubuh Pengaruhi Setelan Jas? Ini Cara Hariom

Ist
Setelan jas yang pas dengan bentuk tubuh jadi salah satu kunci untuk tampil optimal dan prima.

 

SETELAN jas yang pas dengan bentuk tubuh jadi salah satu kunci untuk tampil optimal dan prima. Hal itu pun menjadi tantangan bagi penjahit atau cutter master.

Setelan jas yang pas juga menjadi perhatian serius Hariom’s Tailor, sehingga para cutter master dan penjahit di Hariom's Tailor menerapkan 55 jam proses pembuatan setelan jas pria, mulai dari konsultasi, pengukuran, pemilihan bahan, pengepasan, sampai akhirnya setelan jas sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda

"Kami berusaha mengakomodasi berbagai keunikan tubuh pria, terutama pada bagian bahu, punggung, serta kaki, saat membuat pakaian pria, termasuk jas pengantin, kemeja putih, atau setelan jas lainnya, demi kesatuan tampilan yang elegan," kata Amrit Vaswani dari Hariom's Tailor dalam keterangannya.

Amrit pun memberikan sejumlah tips tentang berbagai solusi dalam menyiasati postur berbeda saat membuat setelan jas. 

1. Punggung

Pria berpostur normal takkan kesulitan menemukan setelan jas pria, bahkan di toko ritel sekalipun. Namun, pria berpostur tertentu membutuhkan penanganan khusus, sehingga sering kali harus membawa jasnya ke tempat permak baju terdekat.

Jas yang dikenakan pria berlekuk pinggul, perut dan kepala menonjol ke depan, atau biasa disebut sway posture, akan tampak ketat pada bagian depan pinggang ke bawah. Sebaliknya, jas akan terasa longgar di bagian belakang. 

Hal itu bisa disiasati dengan membuat pola di mana bagian belakang akan di buat lebih kecil di bagian pinggan dan bagian bawah depannya lebih lebar. Pola tangan juga harus di rubah dan Panjang belakang di tambah agar Jatuh Jas lebih baik. 

Pria berpostur membungkuk membuat setelan jasnya tidak berimbang, karena ujung jas di bagian depan lebih rendah, dan lebih tinggi di bagian belakang. Solusinya adalah menambah panjang pada bagian belakang jas agar memberi kesan “seimbang”.

Berlawanan dengan postur membungkuk, pria berpostur tegak-kaku dengan punggung rata, membuat ujung jas depan tampak lebih pendek, dan ujung jas belakang lebih panjang. Ini pun membuat lengannya berkerut.

Solusinya adalah membuat pola jas bagian depan lebih panjang. Bila pria berpostur ini memiliki dada membusung, kami pun perlu menambahkan kain pada pola jas di dada agar memberi ruang bagi tubuhnya untuk leluasa bergerak.

2. Bahu

Idealnya, bahu itu simetris. Namun, penjahit di Hariom's Tailor sering menemukan bentuk-bentuk bahu asimetris, di antaranya, bahu miring satu sisi, bahu tegak, dan bahu turun satu sisi.

Pada bahu miring atau bahu turun, ada perbedaan ketinggian antara kedua bahu. Dalam beberapa kasus, bahkan selisihnya begitu mencolok. Ketidakseimbangan itu membuat kerutan pada bagian bawah lengan sebelah belakang. 

Selain itu, kancing depan jas di bagian bawah juga berkerut saat dikancingkan. Solusinya adalah menyesuaikan sudut garis bahu yang turun dan menambahkan padding atau bantalan.

Pada bahu tegak, terkadang timbul kerutan di bawah kerah. Solusinya mempertinggi sudut garis bahu saat membuat pola saat melakukan proses pemotongan kain. 

3. Kaki

Celana adalah bagian tak terpisahkan dari setelan jas. Karena membalut kaki yang aktif bergerak, tak jarang celana mudah kusut, berkerut, tertarik, dan terlipat.

Bila Anda pria berbokong besar atau berisi, sering kali Anda menemukan celana yang pas di bagian bokong, tetapi terlalu longgar di pinggang. Ini membuat Anda tidak nyaman dan menciptakan kerutan di paha. 

Anda bisa mengatasinya, dengan menyesuaikan ukuran pinggang, dan menambah lingkar pinggul agar celana dapat dipakai dengan nyaman tanpa adanya kerutan. 

Sedangkan bila pria berbokong rata tidak mengenakan celana yang tepat, biasanya muncul kerutan di bawah garis pinggang dan bokong. Hariom's Tailor bisa mengatasinya dengan mengambil bahan lebih secara horizontal dan vertikal sehingga tidak ada kerutan yang nampak. 

Sebagian pria terbiasa mengenakan celana dengan garis pinggang di bawah perut. Ini membuat celana berkerut tepat di garis pinggang depannya, sekaligus memberi kesan bagian depan celana terlalu panjang dan ujungnya menenggelamkan sepatu Anda. 

"Solusinya, kami menyesuaikan panjangnya dan mengurangi kelebihan bahan yang mungkin muncul. Lalu, kami juga merekomendasikan celana bergaya Cavalry, yang ujungnya memiliki kemiringan ketinggian, di mana bagian depan lebih pendek dari belakang," jelas Amrit.

Setelan jas yang baik idealnya bebas kerutan. Keunikan postur tubuh memengaruhi hal tersebut. Di Hariom’s Tailor, kata Amrit, sangat memahami tiap pria itu berbeda. Posturnya berbeda, kepribadiannya pun berbeda. 

"Hal itu memengaruhi cara kami berkarya untuk menghadirkan setelan jas terbaik yang pernah Anda miliki," jelasnya.

Silahkan kunjungi Instagram kami harioms.tailor dan datanglah langsung ke store Harioms Tailor Di Jalan PasarBaru 3A-5, Jakarta Pusat untuk mengkonsultasikan lebih lanjut kebutuhan Stelan Jas Anda. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

Jamkeswatch: Hentikan pembahasan RUU terkait BPJS Kesehatan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 13:44 WIB
Jamkeswatch mendesak DPR RI dan pemerintah menghentikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan yang mengatur kedudukan Badan...
DOK. ATVSI

Meriahkan HPN 2023, ATVSI Bagikan 500 STB untuk Warga Medan dan Deli Serdang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:57 WIB
Pembagian STB ini dilakukan di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang yang merupakan tempat rangkaian Kegiatan dan puncak HPN 2023...
Instagram @realnugros

Ini Kata Dokter Soal Resep Awet Muda Tyo Nugros

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:30 WIB
Dokter kecantikan Abelina Dini Fitria berpendapat bukan hanya menghindari garam dan mecin, tapi juga perlu mengurangi asupan gula dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya