Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Indonesian Sport Nutrisionist Association Rita R mengajak masyarakat untuk mengenali zat makanan yang tepat guna meningkatkan imunitas dan tubuh yang sehat dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Salah satu bahan makanan yang tepat untuk meningkatkan imunitas ialah umbi-umbian dan jagung," kata Rita dalam acara daring, Senin (19/12).
Alasan umbi-umbian, seperti ubi dan kentang, lalu jagung, baik dikonsumsi untuk meningkatkan imunitas adalah karena selain mengandung karbohidrat juga termasuk memiliki respon glikemik yang rendah.
Baca juga: Anak Lemas dan tidak Aktif Pertanda Sistem Imunnya Lemah
Artinya bahan makanan tersebut tidak akan membuat hormon insulin meningkat dengan signifikan dan penyerapan glukosa di dalam tubuh menjadi lebih stabil dan tidak berlebih.
Selanjutnya, bahan makanan yang perlu ditingkatkan konsumsinya agar bisa meningkatkan imunitas tubuh ialah makanan yang berserat.
Biasanya makanan berserat terdapat pada sayur seperti wortel, brokoli, asparagus, ataupun buah seperti tomat, pepaya, dan mangga.
Makanan berserat dapat meningkatkan imunitas tubuh karena membantu tumbuhnya mikrobiota atau disebut juga sebagai bakteri baik di saluran pencernaan.
Bakteri baik rupanya mampu mendorong perkembangan imunitas sehingga menjadi lebih meningkat dan tubuh tidak mudah sakit.
Makanan yang tinggi protein juga dianjurkan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Banyak sekali produk dengan protein tinggi seperti daging ayam, daging sapi, ikan, telur, hingga kacang hijau.
Namun, kerap kali karena teknik memasak yang tidak tepat sehingga kandungannya tidak terjaga.
Rita pun menganjurkan cara memasak dengan dikukus, direbus, atau ditumis sehingga protein di dalam bahan makanan mampu terserap tubuh dengan optimal dan mampu meningkatkan imunitas tubuh.
Terakhir, agar imunitas tubuh bisa meningkat, masyarakat perlu memenuhi kebutuhan cairan harian.
Cairan tidak terbatas pada air minum tapi juga bisa dipenuhi dengan bahan makanan lainnya yang bersifat cair seperti air kelapa, air isotonik, kuah sop berupa kaldu ayam, hingga jus buah.
Ketika kebutuhan cairan harian terpenuhi, keseimbangan cairan di dalam tubuh bisa membantu proses transportasi imun menjadi lebih optimal ke seluruh bagian tubuh. (Ant/OL-1)
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Meski tidak ada makanan yang bisa menjadi obat instan, para ahli sepakat bahwa pola makan sehat berperan penting dalam menjaga dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Ibu hamil yang menerima vaksinasi RSV (Respiratory Syncytial Virus) akan merasakan berbagai manfaat, baik bagi kesehatan diri mereka sendiri maupun untuk bayi yang dikandung.
Nanas madu bukan sekadar buah tropis manis yang menyegarkan. Di balik rasanya, terkandung senjata alami yang mampu memperkuat tubuh dan menurunkan risiko kanker.
Vitamin D adalah nutrisi penting yang berperan sebagai prohormon larut lemak. Tubuh dapat memproduksinya melalui paparan sinar matahari, tetapi asupan dari makanan juga diperlukan.
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved