Sabtu 03 Desember 2022, 20:13 WIB

Anak Lemas dan tidak Aktif Pertanda Sistem Imunnya Lemah

Mediaindonesia.com | Humaniora
Anak Lemas dan tidak Aktif Pertanda Sistem Imunnya Lemah

Antara/Novrian Arbi.
Seorang anak bermain di area Taman Alun-alun Cianjur, Jawa Barat, Kamis (1/12/2022).

 

GEJALA sistem imun anak lemah dapat diketahui, semisal anak lemas dan tidak aktif. Ini perlu dicurigai ada kelainan atau kekurangan imunitas pada anak ini.

Itu disampaikan Medical Departement Kalbe, dr. Josephine Herwita Atepela. "Ini karena pada anak-anak terutama balita harus selalu aktif kecuali saat tidur. Maksimal satu jam saja dia tidak aktif. Sisanya dia harus terus beraktivitas," kata dia seperti disiarkan keterangan tertulisnya, Jumat (2/12).

Josephine mengatakan, anak-anak akan terpapar dengan berbagai patogen, seperti virus, bakteri, jamur, mengenali dan melawan patogen-patogen tersebut. Selain melawan, patogen-patogen ini juga bisa memengaruhi alergi dan ini tergantung pada sistem imun. 

Sistem imun berpengaruh pada tumbuh kembang anak hingga kecerdasan atau IQ anak. Soalnya, ketika sistem imun lemah, anak menjadi mudah sakit, lalu akan terjadi malanutrisi atau gangguan nutrisi.

Malanutrisi tidak selalu identik dengan anak kurus, melainkan juga pada anak kegemukan atau obesitas. Dalam hal ini, anak yang kurus, terlalu kurus, atau terlalu gemuk, memengaruhi kesehatan serta tumbuh kembang dan kecerdasan.

Dia mengatakan, anak harus mengonsumsi nutrisi dengan gizi seimbang. Di sisi lain, orangtua perlu menjaga pencernaan anak, karena ini merupakan tempat untuk memproduksi sel-sel imun. Pencernaan yang tidak sehat membuat makanan maupun vitamin yang dikonsumsi anak menjadi tidak bisa terserap oleh tubuh atau terbuang.

"Gangguan pencernaan yang sering terjadi pada anak ialah sembelit dan diare. Namun kadang-kadang, pada anak yang lebih kecil bisa terjadi nyeri perut fungsional atau nyeri yang tidak diketahui sebabnya atau bisa juga terjadi Gerd, asam lambungnya terlalu tinggi sehingga bisa naik ke kerongkongan," papar Josephine.

Terkait imunitas anak terganggu, ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya kondisi ibu saat hamil. Saat seorang wanita mengandung, imunitas diturunkan ke anaknya, sehingga ibu hamil dan menyusui penting untuk meningkatkan kesehatan pencernaan agar probiotik atau bakteri baik di tubuhnya cukup.

Selain itu, imunitas dari sisi alergi juga dapat diturunkan dari orangtua. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan probiotik sejak dini, bahkan sejak anak dalam kandungan. 

"Probiotik bisa didapatkan dari makanan atau minuman, seperti tempe, kimchi, yoghurt," kata Product Manager Pediatric Kalbe, apt. Brigita Puspita., S. Farm. Dia menambahkan, bagi anak yang kadang sulit makan, dapat diberikan suplementasi probiotik yakni bakteri baik yang hidup sampai di usus, sehingga efektif memberikan manfaat untuk pencernaannya. (Ant/OL-14)

Baca Juga

ITB

Belajar Air Hingga ke Negeri Sakura, Ini Cerita Mahasiswa ITB

👤Zubaedah Hanum 🕔Senin 06 Februari 2023, 06:00 WIB
SEPULUH mahasiswa Teknik Lingkungan ITB berkesempatan terbang ke Jepang untuk mempelajari pengelolaan sumber daya...
Kemenag

BPJPH Beri Konsultasi Sertifikasi Halal Gratis di Pameran Satu Abad NU

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:50 WIB
BPJPH membuka layanan konsultasi Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) 2023 pada Pameran 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa...
Kemenag

Kementerian Agama Waspadai Isu Fanatisme Kelompok di Tahun Politik

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:35 WIB
WAKIL Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi meminta jajaran Kemenag mewaspadai isu fanatisme kelompok di tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya