Sabtu 10 Desember 2022, 13:30 WIB

Proses Terjadinya Fertilisasi pada Manusia

Joan Imanuella Hanna Pangemanan | Humaniora
Proses Terjadinya Fertilisasi pada Manusia

livescience.com
Ilustrasi

 

FERTILISASI pada manusia adalah sebuah proses yang menyatukan dua sel gamet, yang terdiri dari sel telur dari perempuan dengan sel sperma dari laki-laki. Proses ini disebut juga sebagai proses pembuahan. 

Zigot akan terbentuk dari proses pembuahan ini. Fertilisasi terjadi di tuba fallopi perempuan atau oviduct. Fertilisasi yang terjadi pada manusia disebut dengan fertilisasi internal karena proses pembuahannya ada di dalam tubuh.

Proses Fertilisasi

  1. Sel sperma masuk ke dalam vagina
  2. Sel sperma dan sel telur bertemu
  3. Sel sperma dan sel telur Bersatu
  4. Aktivasi

Baca juga: Ini Arti Iritabilitas pada Tumbuhan, Hewan, dan Manusia

Setelah proses pembuahan selama 18 jam berhasil, sel telur yang telah dibuahi dinamakan zigot. Ia akan berkembang menjadi embrio yang menempel pada dinding rahim dalam rentang waktu 8-10 hari.

Fungsi Fertilisasi

  • Dapat mengaktivasi sel telur agar dapat memulai proses pembuahan.
  • Dapat menurunkan materi genetik dari pihak jantan ke pihak betina pada anak.
  • Dapat membuat jumlah kromosom dari bagian haploid menjadi diploid kembali.
  • Dapat menentukan jenis kelamin anak saat pembuahan terjadi.

Agar proses fertilisasi dapat terjadi, harus ada hubungan atau kontak antara sperma dan sel telur juga pengaturan saat pemasukan sperma ke dalam sel telur. Lalu terjadinya peleburan bahan genetik dari sperma dan juga sel telur bersama dengan terjadinya aktivasi secara metabolik telur untuk dapat memulai perkembangan.

Penjelasan tersebut merupakan proses fertilisasi secara alami yaitu dengan melakukan hubungan seksual antara pria dan wanita. 

Namun, proses fertilisasi juga dapat dilakukan tanpa hubungan seksual. Terdapat metode seperti fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung yang bisa menjadi pilihan fertilisasi buatan.

IVF dibagi menjadi dua yakni IVF konvensional dan Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI). 

Proses IVF konvensional dilakukan pada pasangan yang memiliki kualitas sperma normal, dengan cara mengawinkan sperma sejumlah (100 ribu) untuk 1 sel telur pada cawan petridish, Sedangkan ICSI dilakukan pada pasangan yang memiliki kualitas yang sangat sedikit minimal hanya ditemukan 1 sperma yang masih hidup. Satu sperma akan diinjeksikan langsung ke dalam cytoplasma dari sel telur. 

Sel telur yang terbuahi akan menjadi embrio, kemudian embrio yang terbaik akan diseleksi oleh embriologis, embryo bisa ditransfer atau dibekukan langsung tergantung penilaian dari dokter.

Itulah penjelasan mengenai fertilisasi pada manusia. Semoga bermanfaat! (OL-1)

Baca Juga

Dok. Baznas

BAZNAS Resmikan UPZ STF UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:46 WIB
Ketua BAZNAS RI Noor Achmad mengutarakan rasa syukurnya lantaran kembali bertambahnya UPZ BAZNAS setelah terbentuknya UPZ Social Trust Fund...
ANTARA FOTO/Basri Marzuki

KLHK Siapkan Anggaran Rp1,6 M untuk Kegiatan Berbasis Masyarakat

👤Atalya Puspa 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:18 WIB
Sebanyak Rp1,6 miliar dialokasikan kepada setiap unit eselon 1 untuk kegiatan berbasis masyarakat di lapangan. Seperti misalnya patroli,...
MI/Retno Hemawati

DPR Nilai Implementasi Program BRIN Lemah

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:17 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Mulyanto menilai implementasi program Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sangat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya