Sabtu 19 November 2022, 08:45 WIB

Ini Arti Iritabilitas pada Tumbuhan, Hewan, dan Manusia

Meilani Teniwut | Humaniora
Ini Arti Iritabilitas pada Tumbuhan, Hewan, dan Manusia

Freepik
Putri malu

 

MAKHLUK hidup memiliki beberapa ciri, salah satunya adalah iritabilitas atau kemampuan menanggapi rangsangan. Makhluk hidup mempunyai kemampuan menanggapi rangsang dengan cara yang berbeda-beda. Rangsangan itu dapat berupa rangsangan cahaya, suhu, air, sentuh suara, bau, atau makanan. Rangsangan tersebut merupakan rangasangan dari luar tubuh. 

Baca juga: Mengenal Gymnospermae, Tumbuhan Berbiji Terbuka

Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan menanggapi rangsang, namun perilaku yang ditunjukan berbeda-beda. Lantas seperti apa iritabilitas pada makhluk hidup?  

Iritabilitas pada manusia

Saat tangan kamu tertusuk duri, tanganmu akan reflek bergerak menjauhkan diri dari duri tersebut. 

Demikian juga saat debu beterbangan, mata kamu akan terasa perih dan ingin memejamkan mata. 

Gerakan tangan menjauhkan diri dari duri dan mata yang terpejam karena menghindari debu merupakan gerakan peka terhadap rangsangan atau iritabilitas. Sedangkan rangsangannya berupa duri dan debu.

Rangsangan tersebut merupakan rangsangan dari luar tubuh. Sedangkan rangsangan dari dalam tubuh misalnya ingin buang air karena kantong kemih penuh dengan urine atau merasakan lapar karena tubuh membutuhkan asupan dan sudah saatnya makan.

Iritabilitas pada hewan

Seperti pada manusia, rangsangan pada hewan juga berasal dari dalam tubuh maupun luar tubuhnya. Namun, pada hewan terdapat alat-alat indra yang sangat peka terhadap rangsangan. 

Contohnya, burung elang yang peka penglihatannya, kelelawar yang peka pendengarannya, dan anjing yang peka penciumannya. Atau contoh lainnya; kupu-kupu mendekati bunga karena mencium aroma nectar dan kucing yang mencari aroma ikan goreng.

Iritabilitas pada tumbuhan

Tumbuhan juga memiliki kepekaan terhadap rangsangan seperti yang sudah dijelaskan pada uraian sebelumnya. Namun, berbeda dari makhluk hidup lainnya, tumbuhan tidak mempunyai indera untuk menerima rangsangan.

Meskipun tidak memiliki indera, tumbuhan peka terdapat cahaya, air, dan sentuhan. 

Contoh iritabilitas tumbuhan yang rangsangannya berupa air adalah akar tumbuhan akan tumbuh mendekati daerah yang banyak airnya. Sedangkan yang rangsangannya berupa cahaya adalah bunga matahari selalu bergerak menuju ke arah cahaya matahari.

Pernahkah kamu melihat tumbuhan putri malu? Tumbuhan putri malu ketika kamu sentuh akan mengutupkan daunnya. Menutupnya daun putri malu menunjukkan bahwa tumbuhan tersebut peka terhadap rangsangan sentuhan. 

Iritabilitas pada tumbuhan dibedakan berdasarkan rangsangan yang mereka terima, yaitu

a. Gerak Autonom

Gerak Autonom adalah gerak yang belum diketahui secara jelas penyebabnya diduga rangsangnya berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri, karena itu disebut gerak autonom (endonom). 

Sebagai contoh adalah gerak mengalirnya sitoplasma dalam sel, gerak melengkungnya kuncup daun karena perbedaan kecepatan tumbuh. Atau gerak yang diperlihatkan tumbuhan ketika tumbuh, seperti tumbuhnya akar, batang daun dan bunga.

b. Gerak Esionom

Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari lingkungan sekitar. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak esionom dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu tropisme, taksis, dan nasti.

- Gerak Tropisme

Tropisme adalah gerak sebagian tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari luar dan arah geraknya dipengaruhi oleh arah rangsangannya. 

Tropisme biasanya diberi nama sesuai dengan jenis rangsangannya. Gerak tropisme yang mendekati arah rangsangan disebut tropisme positif sedangkan gerak tropisme yang menjauhi rangsangan disebut tropisme negatif. 

Contoh, Geotropisme/gravitropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Sedangkan Hidrotropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan kelembaban atau air. Makhluk hidup memiliki kecenderungan untuk mendekati atau menjauhi air.

Tigmotropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi benda padat. Tumbuhan merambat umumnya tumbuhnya lurus terus menerus hingga ujung batangnya menyentuh sesuatu. 

Kontak ini menyebabkan lengkungan pada tumbuhan. Sel pada bagian yang bersentuhan dengan benda lain perkembangnya lebih lambat dibandingkan dengan bagian yang tidak tersentuh, sehingga pertumbuhannya mnjadi melengkung. Contoh : Gerak membelit sulur tumbuhan markisa dan mentimun.

Fototropisme/heliotropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya. Umumnya arah tumbuh tumbuhan dipengaruhi oleh cahayanya, khususnya cahaya matahari. 

Pertumbuhan yang mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positif sedangkan yang menjauhi sumber cahaya disebut fototropisme negatif (skototropisme). 

Contoh fototropisme negatif adalah pada Monstera Sp yang pertumbuhannya mendekati arah gelap. 

Terakhir Kemotropisme adalah gerakan tropisme yang dipengaruhi oleh bahan kimiawi/zat kimia. Contohnya : gerak pertumbuhan buluh serbuk sari menuju bakal buah saat berlangsungnya pembuahan.

- Gerak Taksis

Gerak Taksis adalah gerak seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak Taksis biasanya dilakukan oleh organisme uniseluler. Berdasarkan jenis rangsangannya, taksis dapat dibedakan menjadi kemotaksis dan fototaksis.

Kemotaksis yaitu gerak taksis yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa bahan kimia. Contohnya : gerak pada sel sperma tumbuhan berbiji tertutup yang menuju sel telur karena adanya rangsangan senyawa kimia yang diproduksi oleh sel telur. 

Sedangkan Fototaksis yaitu gerak taksis yang dipengaruhi rangsangan berupa cahaya. Contohnya : Gerak kloroplas pada Spirogyra yang bergerak ke daerah yang terkena cahaya.

- Gerak Nasti

Gerak Nasti adalah gerak sebagian tumbuhan akibat rangsangan dari luar, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Macam gerak Nasti adalah sebagai berikut :

  • Niktinasti yaitu gerak tidur daun tanaman Leguminosae (kacangkacangan) menjelang petang (gelap) akibat perubahan tekanan turgor pada tangkai daun.
  • Fotonasti yaitu gerak nasti yang sumber rangsangannya berupa cahaya, misalnya mekarnya bunga pukul empat ( Mirabilis jalapa) pada sore hari karena telah memperoleh periode terang yang cukup dari cahaya matahari.
  • Seismonasti/tigmonasti yaitu gerak nasti yang dipengaruhi oleh getaran/sentuhan. Contoh : gerak menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) saat tersentuh akibat perubahan tekanan turgor pada tangkai daun.
  • Termonasti yaitu gerak Nasti yang sumber rangsangannya berupa suhu. Contohnya : mekarnya bunga tulip pada hari-hari yang hangat pada musim semi.
  • Nasti Kompleks yaitu gerak Nasti yang sumber rangsangannya lebih dari satu. Contohnya : membuka tutupnya stomata karena pengaruh kadar air, cahaya, suhu, dan zat kimia.

- Gerak Higroskofis

Gerak Higroskopis disebabkan perubahan kadar air. Sebagai contohnya adalah:

  • Pecahnya buah kapas dan polong-polongan setelah mengering.
  • Membukanya sel anulus pada sporangium tumbuhan paku.
  • Membukanya gigi peristom pada sporangium tumbuhan lumut. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Update 7 Desember 2022: 3.351 Kasus Covid-19 Terdeteksi Hari Ini

👤MGN 🕔Rabu 07 Desember 2022, 23:41 WIB
Sementara itu, kasus aktif berkurang 230 sehingga menjadi 47.430...
AFP

Google Indonesia Membuka Program Bangkit untuk Anak Muda

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 22:54 WIB
Sejak 2019, sudah ada lebih dari 3.000 peserta dari bangku perkuliahan yang mendalami materi dan ilmu terkait teknologi terkini dari...
MI/Ramdani

Ini 35 Ide Kado untuk Hari Ibu

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Rabu 07 Desember 2022, 22:43 WIB
Beragam ucapan selamat dan kado akan banyak dijadikan pilihan sebagai bentuk terima kasih dan ucapan sayang kepada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya