Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus mengenjot capaian vaksinasi covid-19, khususnya bagi remaja, lanjut usia (lansia). Sebanyak 22.123.203 remaja usia 12 hingga 17 tahun telah menerima vaksin dosis lengkap per Rabu (9/11)
“Jumlah itu setara 82,84 persen dari target 26.705.490 remaja,” tulis keterangan di laman vaksin.kemkes.go.id.
Sebanyak 25.650.063 remaja telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 96,05 persen dari target vaksinasi remaja.
Sementara itu, pemerintah menargetkan 21.553.118 lansia menerima vaksin covid-19. Sebanyak 69,33 persen di antaranya tuntas divaksinasi. Jumlah itu setara 14.942.760 orang.
Lansia penerima dosis vaksin pertama mencapai lebih dari 85 persen. Tepatnya, yakni 18.447.490 orang. Angka itu setara 85,59 persen dari target penerima lansia.
Selanjutnya, 17.545.371 anak usia 6 hingga 11 tahun rampung divaksinasi. Angka itu setara dengan 66,46 persen dari target 26.400.300 anak.
“Kemudian 21.178.648 anak telah menerima vaksinasi dosis satu atau setara 80,22 persen,” tulis data tersebut. (OL-8)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Upaya pencegahan bunuh diri pada remaja dinilai perlu dimulai dari penguatan “jaring pengaman” di lingkungan terdekat, terutama sekolah dan keluarga.
Agar aturan gawai dapat berjalan efektif, orangtua perlu menerapkan pola asuh yang masuk akal dan kolaboratif.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved