Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
RISET Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Lebih dari 12 juta penduduk berusia di atas 15 tahun mengalami depresi.
Sistem Registrasi Sampel yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan pada tahun 2016, diperoleh data bunuh diri per tahun sebanyak 1.800 orang.
Artinya, setiap hari ada 5 orang melakukan bunuh diri.Sebanyak 47,7% korban bunuh diri berusia 10-39 tahun – rentang usia anak remaja dan usia produktif.
“Berkat edukasi yang berkelanjutan dan banyaknya influencer yang menggaungkan, remaja zaman sekarang jadi lebih aktif mengulik dan menganalisa kesehatan mentalnya," ucap Hoshael Waluyo Erlan, Psikolog & Mental Health Expert, yang bekerja sama dengan Positive Vibes.
Dalam keterangan yang diterima, Selasa (8/11), Hoshael menjelaskan,"Sayangnya, inisiatif ini kadang berujung pada self-diagnosis. Masih ada rasa tabu untuk membicarakan gangguan mental yang dirasakan ke ahlinya."
Baca juga: Lima Tips Menjaga Kesehatan Mental untuk Gen Z
"Padahal, diagnosa wajib ditegakkan oleh ahlinya karena sembarangan self-diagnosis dapat mencetuskan keputusan yang keliru,” ucap Hoshael Waluyo Erlan, Psikolog & Mental Health Expert, yang bekerja sama dengan Positive Vibes.
Hal inilah yang mendorong Dailybox dan Positive Vibes untuk berkolaborasi membuka ruang diskusi kesehatan mental dengan pakar ahli.
Berdiri pada 2015, Positive Vibes memiliki misi untuk menciptakan lingkungan komunitas yang lebih positif di media sosial.
Organisasi ini kerap memberikan edukasi dan menyuarakan tentang perilaku positif, termasuk dalam menyikapi kesejahteraan mental.
Dailybox dan Positive Vibes mempersembahkan #SelaluAdaRasadiSetiapKata – sebuah kampanye untuk menormalisasi diskusi seputar kesehatan mental yang akan diadakan pada 12 November 2022, mulai pukul 13.00, di Multifunction Hall Gedung Sarinah Thamrin.
Selama kampanye berlangsung, pengunjung dan para pelanggan Dailybox dapat mengikuti tes gratis untuk mengetahui seberapa sehatkah dirinya secara mental. (RO/OL-09)
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
KASUS seorang anak berinisial YBS yang baru menginjak 10 tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, perusahaan-perusahaan dituntut terus beradaptasi dan melakukan transformasi.
"Ketika ada orang terdekat kita cerita mengenai kondisi mereka, kita perlu mendengarkan, memvalidasi dan menerima dulu perasaan itu. Jangan buru-buru dibawa ke hal positif atau dinasehati."
Kebiasaan berbohong pada remaja bisa saja tanda dari gangguan mental yang disebut mythomania. Ini alasan dan dampaknya menurt psikolog.
Menurut Coach Rheo, salah satu core emotion Aliando Syarief terkait kemarahan terhadap seseorang diakuinya hilang dan memberi ketenangan.
Kanker dapat menyerang semua usia, dari bayi hingga orang lanjut usia. Namun, kanker pada anak berbeda dengan dewasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved