Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS seorang anak berinisial YBS yang baru menginjak 10 tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena untuk perlengkapan sekolah membuka mata semua pihak betapa bahayanya masalah kesehatan mental jika tidak ditangani dengan cepat, terutama pada anak.
Mencegah kasus serupa terjadi lagi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyiapkan psikolog klinis di setiap puskesmas agar kasus bunuh diri tidak lagi terjadi.
"Kesehatan mental anak memang kita sudah skrining, kita menemukan ada 10 juta (anak yang berisiko). Sekarang saya mau menyiapkan ada psikolog klinis di masing-masing puskesmas," kata Budi di Jakarta, Rabu (4/2).
Adanya psikolog klinis yang lebih dekat dengan masyarakat, agar mudah diakses dan masyarakat tidak langsung berkonsultasi ke rumah sakit jiwa dan konsultasi kesehatan mental yang ia alami.
"Kita baru mulai skrining, sebelumnya enggak. Kita enggak tahu ada masalah kejiwaan pada anak. Sekarang sudah tahu ada 10 juta. Nah, itu harus ditangani dengan menaruh psikologi klinis di puskesmas, kerja sama dengan sekolah, supaya bisa diobati secara preventif dan promotif," ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, seorang anak berinisial YBS yang baru menginjak 10 tahun itu memilih mengakhiri hidupnya lantaran tak mampu membeli buku dan pena untuk perlengkapan sekolah.
Kondisi keluarga YBS dilaporkan sangat memprihatinkan. Korban tinggal bersama neneknya yang berusia 80 tahun di sebuah pondok. Ayahnya meninggal sejak ia masih dalam kandungan, sementara ibunya harus berjuang menghidupi lima orang anak sendirian.
Saat pemeriksaan kepolisan menemukan sepucuk surat tulisan tangan korban di sekitar lokasi kejadian. Surat tersebut ditulis dalam bahasa Ngada yang ditujukan kepada ibunya.
"Surat buat Mama Reti. Mama saya pergi dulu, Mama relakan saya pergi, jangan menangis ya Mama. Tidak perlu Mama mencari atau merindukan saya. Selamat tinggal Mama," demikian bunyi terjemahan surat wasiat tersebut yang dilengkapi dengan gambar anak yang sedang menangis. (Iam/I-1)
Peringatan: Tulisan ini bukan dimaksudkan menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasa depresi, berpikir untuk bunuh diri, segera konsultasikan segala masalah Anda ke tenaga profesional seperti psikolog, klinik kesehatan mental, psikiater, dan pihak lain yang bisa membantu.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, perusahaan-perusahaan dituntut terus beradaptasi dan melakukan transformasi.
"Ketika ada orang terdekat kita cerita mengenai kondisi mereka, kita perlu mendengarkan, memvalidasi dan menerima dulu perasaan itu. Jangan buru-buru dibawa ke hal positif atau dinasehati."
Kebiasaan berbohong pada remaja bisa saja tanda dari gangguan mental yang disebut mythomania. Ini alasan dan dampaknya menurt psikolog.
Menurut Coach Rheo, salah satu core emotion Aliando Syarief terkait kemarahan terhadap seseorang diakuinya hilang dan memberi ketenangan.
Kanker dapat menyerang semua usia, dari bayi hingga orang lanjut usia. Namun, kanker pada anak berbeda dengan dewasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved