Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
HUMAN Initiative berkolaborasi dengan Limitless Foundation dan Danone Indonesia menggelar Webinar #NyalakanHarapan Gizi Anak Indonesia dengan tema "Kenali Stunting dan Cara Mengatasinya".
Acara ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif terhadap masa depan anak Indonesia mengingat isu stunting masih menjadi tantangan di Negeri ini. Acara ini berlangsung secara daring dan diikuti sejumlah peserta dari masyarakat umum.
Dalam webinar tersebut, turut hadir sebagai pembicara Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, SP.OG(K) dan Dokter serta Pendiri Limitless Foundation, dr Nadhira Afifa, MPH. Keduanya memberikan pemaparan seputar isu stunting pada anak serta upaya pencegahannya.
Dalam pemaparannya dr.Hasto menyampaikan pemahaman seputar intervensi program stunting dari perspektif kerja BKKBN serta upaya penanganan isu stunting nasional.
Baca juga: Ruang Digital Bisa Digunakan Jadi Medium Pencegahan Stunting, Begini Caranya
"Sebagaimana kita ketahui, bahwa " katanya dalam keterangan, Minggu (30/10).
Sementara itu, dr.Nadhira Afifa menjelaskan edukasi tentang stunting serta faktor penyebabnya. Termasuk menjelaskan pentingnya memperhatikan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta langkah-langkah untuk mengetahui stunting pada anak.
Dalam pemaparannya, dr Nadhira juga menambahkan bahwa perlu adanya kerja sama secara menyeluruh dari berbagai macam pihak untuk dapat mencegah stunting pada anak.
Pada kesempatan kali ini, turut hadir pula perwakilan dari Danone Indonesia serta Human Initiative.
Setipa narasumber memaparkan tentang langkah-langkah serta program yang telah dilakukan untuk membantu menurunkan angka stunting di Indonesia.
dr.Nadhira menjelaskan, “Limitless Foundation berkomitmen dalam upaya peningkatan akses pendidikan dan kesehatan anak di Indonesia."
"Melalui program Untuk Anak Pelosok, kami berharap mata acara di dalamnya dapat berkontribusi dalam upaya peningkatan akses pendidikan dan kesehatan anak di Indonesia, terutama dalam upaya penanganan stunting dan gizi kurang di pelosok Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, Arif Mujahidin selaku Corporate Communications Director Danone Indonesia menjelaskan, Sejalan dengan misi perusahaan yakni membawa kesehatan kesebanyak mungkin orang, upaya pencegahan dan penanganan stunting menjadi fokus utama dari sisi perusahaan."
"Kami percaya bahwa setiap anak memiliki hak untuk maju dan berkembang dengan terlepas dari permasalahan stunting," ujarnya.
"Karena anak stunting tidak hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik, tapi nutrisinya juga tidak mencukupi juga memengaruhi kekuatan daya tahan tubuh hingga perkembangan otak anak," kata Arif.
"Sejalan dengan program utama kami yakni Bersama Cegah Stunting, kami bermitra dengan Human Initiative dan Limitless, untuk memberikan edukasi ke sebanyak mungkin masyarakat dengan harapan dapat menekan angka pertumbuhan stunting di Indonesia,” jelasnya.
Acara ini diakhiri dengan launching kolaborasi antara Human initiative, Limitless Foundation, dan Danone Indonesia dalam program yang berfokus pada penguatan gizi anak Indonesia. Semoga upaya ini dapat memberikan dampak positif bagi masa depan Indonesia serta membantu #NyalakanHarapan anak bangsa.
Human Initiative adalah organisasi kemanusiaan yang telah berdiri sejak 1999 dan berfokus pada isu-isu kemanusiaan di bidang pemberdayaan masyarakat, program perlindungan anak, dan manajemen kebencanaan dan tanggap darurat, baik di Tanah Air maupun luar negeri. (RO/OL-09)
Kenaikan angka ini, berdasarkan hasil evaluasi dan pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (PPGM)
MESKI sudah puluhan tahun berusaha diatasi, persoalan malanutrisi hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri.
PBB menyebut Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk dengan lebih dari 20 ribu anak alami gizi buruk.
KRISIS gizi di Jalur Gaza, Palestina, mencapai titik kritis dengan lonjakan kematian yang mencolok sepanjang Juli 2025. Hal itu diungkapkan WHO dalam laporan terbaru yang dirilis 27 Juli 2025.
Data juga menunjukkan 1,4 juta perempuan hamil dan menyusui mengalami malnutrisi.
Setiap 25 Januari, Hari Gizi Nasional diperingati untuk memberikan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Minat makan anak sangat dipengaruhi oleh pengalaman sensorik, termasuk variasi rasa dan aroma.
Udara malam yang dingin dikombinasikan dengan paparan polusi udara dapat merusak sistem pernapasan anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Pemilihan alas kaki seharusnya mengutamakan kenyamanan anak di atas fungsi korektif yang belum tentu diperlukan.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Jika kadar vitamin D rendah, kalsium yang seharusnya menjadi struktur utama kekuatan tulang tidak dapat terserap maksimal oleh tubuh.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved