Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMPERINGATI 94 tahun Sumpah Pemuda, Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh pemuda-pemudi Indonesia berdikari lewat karyanya masing-masing. Sebab dengan prinsip kemandirian, seluruh rakyat Indonesia dapat membantu membangun bangsa dan negara.
“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda. Bangkit terus pemuda-pemudi, demi kejayaan masa depan Indonesia,” kata Puan dalam keterangannya.
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu menyebut, Sumpah Pemuda adalah soal persatuan. Puan mengingatkan bagaimana pada 1928, pemuda-pemudi Indonesia dari seluruh daerah berkumpul dan melahirkan komitmen untuk bisa bersatu atas nama Indonesia.
“Dengan mengesampingkan semua perbedaan, pemuda-pemudi Indonesia saat itu menyatakan janji satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Semangat ini yang harus selalu kita kobarkan,” ucapnya.
Di peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, Puan mengajak seluruh masyarakat Indonesia mengingat kembali perjuangan pemuda-pemudi Indonesia terdahulu. Tonggak sejarah perjuangan pemuda Indonesia dalam meraih kemerdekaan harus selalu menjadi spirit bagi masyarakat dalam memajukan Indonesia.
“Peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya diperingati oleh generasi muda saat ini saja. Karena semua warga Indonesia, pernah menjadi pemuda yang memiliki perjuangan yang sama demi kemakmuran dan kesejahteraan bersama,” tutur Puan.
Baca juga : Sumpah Pemuda, Bagian Umum Setda Flores Timur Gelar Ziarah Rohani Lintas Agama
Meski begitu, Puan berharap generasi muda saat ini bisa lebih memaknai semangat perjuangan Sumpah Pemuda. Hal ini lantaran generasi muda adalah penentu masa depan bangsa. Sebab, Generasi muda yang akan menentukan mau dibawa ke mana bangsa ini. Untuk bisa membangun bangsa, menurutnya, generasi muda harus mampu berdikari.
“Untuk menjadi SDM unggul, generasi muda harus dapat ‘berdiri di kaki sendiri’. Maka singkirkan sikap manja dan tumbuhkan semangat kemandirian sehingga mampu berjuang demi kemajuan Indonesia,” lanjut Puan.
Puan mengatakan, cara berjuang pemuda saat ini mungkin berbeda dengan perjuangan pemuda di era kemerdekaan. Bukan lagi dengan mengangkat senjata, tapi dengan karya dan keahlian di bidangnya masing-masing.
“Baik dengan menjadi tenaga kesehatan, ilmuan, politisi, ASN, entrepreneur, jurnalis, pekerja seni budaya, profesional IT, analis ekonomi, dan lain-lain. Semua karya pemuda saat ini adalah bentuk perjuangan demi Tanah Air,” ungkapnya. (RO/OL-7)
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keberlanjutan proses reformasi di institusi Polri, Kejaksaan, hingga lembaga peradilan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
KETUA DPR RI Puan Maharani menyampaikan ucapan selamat merayakan Natal 2025 kepada seluruh umat Nasrani di Indonesia serta selamat menyambut Tahun Baru 2026.
KETUA DPR RI, Puan Maharani mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) agar tidak menggelar perayaan pergantian tahun 2026 secara berlebihan atau euforia.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Seluruh rumah sakit, terutama yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tidak boleh menolak warga mendapatkan layanan medis.
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved