Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BERAGAM cara dilakukan anak bangsa menjaga amanat Sumpah Pemuda, 28
Oktober. Di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, ASN dan
karyawan/karyawati pada Bagian Umum Setda setempat, memilih mempertebal
keimanan dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan menggelar
doa Rosario sepanjang perjalanan menuju Bukit Gua Maria, misa dan
memberi sumbangan pembangunan Gereja.
Menariknya, kegiatan rohani bekal membangun negeri itu, diikuti pula ASN non Katolik. Para ASN setempat menjadwalkan untuk turut berpartisipasi juga dalam kegiatan kerohanian non Katolik.
Mengusung Tema; Hai Pemuda, mari bersatu bangun Bangsa, para ASN di
lingkup Setda Flores Timur itu berziarah ke Bukit Gua Maria, di Susteran Putri Reinha Rosari, kota Larantuka.
Tak hanya itu, para pemuda ASN tersebut memberikan sumbangan berupa
bahan bangunan untuk pembangunan Gereja Katolik Maria Pembantu Abadi,
Weri.
Kepala Bagian Umum, Oktavianus Lawa, mengatakan, kegiatan rohani Katolik ini juga diikuti oleh para ASN muslim.
"Keikutsertaan para ASN non Katolik ini bukan sebuah kebetulan, namun
lebih untuk memaknai semangat satu nusa, satu bangsa, satu bahasa,
seperti yang diamanatkan oleh para pendiri bangsa kita dalam Sumpah
Pemuda di tahun 1928 silam," ungkapnya.
Upaya mempertebal Keimanan sangat penting untuk memandu ASN dalam
pekerjaan. "Agar kita mampu bekerja dengan baik, memancarkan kasih karunia Allah serta menjadi garam dan terang bagi sesama. Kita akan mengagendakan kegiatan peringatan sumpah Pemuda ini secara rutin, untuk menjaga kekompakan dalam bekerja membangun bangsa dalam keragaman," ungkap Oktovianus.
Kegiatan diawali doa Rosario sepanjang perjalanan menuju Bukit Gua Maria yang melewati hutan dan kebun, jalan yang dikelilingi pohon-pohon besar.
Setibanya di Bukit Gua Maria Weri, dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi
yang dipimpin oleh RD Fransiskus Hurint.
Dalam kotbahnya Romo Pey sekaligus Pastor Paroki Maria Pembantu Abadi Weri mengapresiasi kegiatan ziarah dan perayaan Ekaristi bersama oleh para ASN.
Setelah perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan ramah tamah dan penyerahan sumbangan dari Awam Birokrat Bagian Umum Setda berupa semen untuk pembangunan Gereja Katolik Maria Pembantu Abadi Weri. (N-2)
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved