Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dalam semangat itu, Paragon Corp bersama Inovasi Muda menggelar kegiatan Green Jobs Class: InnovAction #5 Green Future-Menanam Harapan untuk Pertanian Berkelanjutan di SMA Negeri 9 Surakarta, pada 28 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Program ini dirancang untuk memperkenalkan konsep green jobs dan pentingnya pertanian berkelanjutan melalui kegiatan interaktif yang melibatkan siswa secara langsung. Para peserta diajak memahami bagaimana pengelolaan sumber daya alam yang bijak dapat menciptakan peluang kerja baru di bidang lingkungan dan agrikultur masa depan.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Nurmalita Sari selaku HRBP DC Paragon Corp bersama tim Paragon Surakarta; Edi Purwanto, dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah; Prastyaningsih, selaku Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda; serta Meira Dwi Nugrahaningsih, Kepala SMA Negeri 9 Surakarta.
Sebanyak 200 siswa dan 74 Paragonian berpartisipasi dalam kegiatan praktik menanam lebih dari 200 bibit tanaman produktif dan hias, seperti tabebuya, bougainville, melati, lidah mertua, tomat, hingga jambu biji. Tanaman tersebut dipilih karena memiliki nilai ekologis dan ekonomis, sekaligus berfungsi sebagai sarana pembelajaran kontekstual di sekolah.
Selain penanaman, peserta juga mengikuti workshop eco enzyme untuk mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat serta pelatihan ecoprint yang memperkenalkan penggunaan bahan alami ramah lingkungan dalam karya kreatif.
Perwakilan Paragon Corp, Nurmalita Sari, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses edukasi keberlanjutan di kalangan pelajar.
“Kami ingin anak muda tidak hanya paham pentingnya menjaga lingkungan, tapi juga mampu mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam masa depan mereka, baik dalam gaya hidup maupun pilihan karier,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Surakarta, Meira Dwi Nugrahaningsih, menyampaikan apresiasinya.
“Program ini tidak hanya memberi pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga membangun kesadaran siswa akan pentingnya menjaga bumi dan membuka wawasan mereka terhadap potensi karier hijau di masa depan,” katanya.
Melalui kolaborasi antara Paragon Corp dan Inovasi Muda, Green Jobs Class menjadi wadah edukatif yang menanamkan semangat keberlanjutan sekaligus menumbuhkan minat terhadap kewirausahaan hijau. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata semangat Sumpah Pemuda — di mana kontribusi generasi muda diterjemahkan dalam aksi menjaga lingkungan dan menciptakan masa depan yang lebih hijau. (E-3)
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana pola hujan ekstrem mempercepat pelepasan karbon tanah ke atmosfer dan bagaimana biochar menjadi kunci ketahanan tanah.
Di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim dan krisis global, petani swadaya menghadapi tantangan dan kerentanan yang makin besar.
Penelitian terbaru menunjukkan upaya pendinginan bumi tidak cukup menyelamatkan kopi, cokelat, dan anggur dari dampak perubahan iklim.
Bapanas menegaskan pentingnya penerapan pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan pangan lokal untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin menekan produktivitas sektor pertanian.
Pengetahuan lokal sebagai pengetahuan yang dimiliki secara lokal, oleh masyarakat setempat, suatu sistem budaya yang menjadi akal sehat bagi orang-orang yang berbagi kepekaan komunal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved