Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN besar penderita demensia berusia di atas 60 tahun, namun bukan berarti Alzheimer tidak bisa dialami seseorang sebelum berusia 60 tahun. Bahkan, ada pasien yang telah mengalami Alzheimer di usia 30 tahun.
Fenomena ini biasa disebut dengan Young Onset Demensia (YOD) atau Early Onset Demensia (EOD).
Direktur Eksekutif Alzheimer's Indonesia (ALZI) Michael Dirk R Maitimoe mengatakan terdapat beberapa faktor risiko dari fenomena ini.
Baca juga: Pasien Demensia Paling Ideal Dirawat oleh Keluarga
"Ada yang baru berusia 30 tahunan sudah didiagnosa demensia. Terdapat beberapa faktor, seperti faktor kesibukan, sehingga kita lupa menstimulasi otak dan otak menjadi tidak aktif dalam melakukan kegiatan keseharian," kata Michael dalam diskusi daring, Sabtu (24/9).
Selain dari keseharian yang sibuk dan lupa waktu, ada faktor lain yang memicu demensia di usia muda. Mulai dari faktor medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kolesterol.
Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat juga memegang peranan penting sebagai faktor risiko demensia.
"Beberapa gaya hidup yang dapat memicu lahirnya demensia alzheimer lebih dini antara lain kurang olahraga, kebiasaan minum alkohol, merokok, serta mengonsumsi makanan tidak sehat yang tinggi lemak jenuh dan gula, atau kurang bergizi bagi otak," jelas Michael.
Tidak hanya itu, biasanya penderita YOAD mulai mengeluh pada usia 40-50 tahun, dan memiliki risiko faktor genetik yang kuat yang harus dibuktikan dengan pemeriksaan genetik (Familial Alzheimer's Disease/FAD).
Masalah demensia alzheimer pada orang muda umumnya terkait dengan faktor genetik, karena orangtua yang mengidap demensia juga bisa menurunkan penyakit tersebut pada anaknya.
Namun, persentase kasus demensia alzheimer pada orang muda sangat kecil, hanya di bawah 1% orang yang mengidap alzheimer.
Berdasarkan laporan dari ALZI, penyandang termuda berusia 23 tahun berasal dari Inggris dengan diagnosa Demensia Parkinson yang juga berkaitan dengan genetik dari ibu.
Lebih lanjut, Michael membagikan sejumlah cara pencegahan demensia dalam usia muda. Hal paling sederhana adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti makan dan tidur cukup serta teratur, menghindari alkohol dan rokok, hingga mengelola stres.
"Yang bisa dilakukan adalah dengan bergaya hidup sehat. Investasikan otak kita dengan hal-hal bermakna dan menyenangkan. Stres pasti ada, tapi bagaimana kita mampu mengelola stres tersebut bisa mempengaruhi suasana hati dan pikiran kita," ujar Michael. (Ant/OL-1)
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
Penelitian terbaru mengungkap bahaya lonjakan gula darah setelah makan terhadap kesehatan otak. Risiko Alzheimer meningkat drastis tanpa terlihat melalui kerusakan fisik otak.
SAMSUNG dikabarkan akan memperkenalkan sebuah teknologi yang mampu mendeteksi kesehatan otak dan deteksi dini demensia pada gelaran Consumer Electronic Show (CES) 2026.
Penelitian terbaru selama 25 tahun menemukan kaitan antara konsumsi keju tinggi lemak dengan penurunan risiko demensia. Simak fakta menariknya di sini.
peneliti di Swedia dan Republik Ceko pada 2023 menemukan faktor pemicu risiko demensia bahkan sebelum lahir
Risiko demensia tidak hanya berkaitan dengan faktor usia lanjut, tetapi bisa mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak.
Manfaat kognitif ini dihasilkan karena olahraga meningkatkan aliran darah ke otak Anda, yang membantu melawan beberapa penurunan koneksi otak alami yang terjadi selama penuaan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved