Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADAPI cuaca yang tidak menentu atau memasuki musim pancaroba, terdapat sejumlah penyakit pernapasan yang juga harus diwaspadai. Khususnya, bagi anak yang tidak memiliki imunitas kuat, akan mudah terkena penyakit pernapasan.
"Biasanya di musim pancaroba, yang terjadi seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan bronkitis. Lalu, orang dengan asma, kalau cuaca seperti ini, jadi pemicu batuk, nafas berat dan berbunyi," jelas dokter spesialis paru Erlina Burhan, Kamis (15/9).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak baik untuk orang dewasa hingga anak-anak. Sehingga, masyarakat diminta untuk menjaga kesehatan dan imunitas. Lalu, tetap mengonsumsi makanan yang sehat, serta tidak memicu penyakit tersebut datang lebih cepat.
Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Buruk Di Perairan Selatan Jawa
Hal yang bisa dijaga untuk menghindari penyakit tersebut, seperti istirahat yang cukup dan makan dengan gizi seimbang. Apabila keduanya tidak cukup, sistem imun berpotensi turun.
"Kalau musim hujan, mencegah agar tidak cepat sakit, adalah pertahanan tubuh. Bukan kita menghindari hujan, tetapi kekuatan tubuh yang diperkuat," pungkas Erlina.
Baca juga: Pertanian Organik sebagai Solusi Hidup Sehat
Selain itu, stres juga bisa memicu datangnya sejumlah penyakit di masa pancaroba tersebut. Pasalnya, sistem imun tubuh tanpa sadar ikut menurun. Pihaknya juga mengimbau orang tua yang memiliki komorbid, untuk melakukan vaksinasi influenza.
"Orang tua dengan komorbid ke influenza, akibatnya lebih berat dibandingkan anak muda. Jika ada nenek dan kakek batuk pilek, akan lama penyakit tersebut mengendap, karena mereka renta," tuturnya.(OL-11)
Anak-anak hingga dewasa rentan menderita sakit lantaran pada musim pancaroba terjadi perubahan cuaca yang terlalu ekstrem.
WILAYAH Indonesia saat ini memasuki pancaroba atau pola peralihan dari musim hujan ke fase awal musim kemarau. Sehingga jangan heran jika hujan masih mengguyur sejumlah daerah.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Untuk menghindari risiko penyakit pernapasan karena polusi, sebelum keluar rumah masyarakat bisa mengecek kualitas udara dari sosial media atau aplikasi terkait.
BMKG menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa pancaroba, yaitu transisi dari musim hujan menuju musim kemarau
Melindungi Si Kecil dari paparan penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan masker di sekolah, tempat umum, dan tempat ramai lainnya (untuk anak berusia lebih dari 2 tahun).
Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Ibu hamil yang menerima vaksinasi RSV (Respiratory Syncytial Virus) akan merasakan berbagai manfaat, baik bagi kesehatan diri mereka sendiri maupun untuk bayi yang dikandung.
Nanas madu bukan sekadar buah tropis manis yang menyegarkan. Di balik rasanya, terkandung senjata alami yang mampu memperkuat tubuh dan menurunkan risiko kanker.
Vitamin D adalah nutrisi penting yang berperan sebagai prohormon larut lemak. Tubuh dapat memproduksinya melalui paparan sinar matahari, tetapi asupan dari makanan juga diperlukan.
Kenali 9 kebiasaan buruk yang merusak usus seperti konsumsi gula berlebih, kurang serat, hingga stres kronis. Cegah sejak dini demi pencernaan sehat.
Meningkatnya VO2max dari gerakan tari tersebut memiliki manfaat memperkuat fungsi paru-paru sehingga membantu terhindar dari masalah pernafasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved