Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak Dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A menjelaskan peralihan perubahan musim dari kemarau ke hujan
atau pancaroba berpengaruh terhadap penurunan daya tahan tubuh.
Menurut dia, anak-anak hingga dewasa rentan menderita sakit lantaran pada musim pancaroba terjadi perubahan cuaca yang terlalu ekstrem.
"Di musim pancaroba gini rata-rata daya tahan tubuh seseorang itu akan berkurang, karena tadi tubuh itu sedang berfokus untuk beradaptasi terhadap perubahan cuaca yang terlalu ekstrem," kata Ian, dikutip Selasa (4/11).
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu mengatakan saat musim pancaroba terjadi perubahan cuaca terlalu ekstrem dan suhu turut mengalami perubahan tekanan.
Kondisi ini, lanjut Ian, membuat tubuh turut merespons beradaptasi dengan di dalamnya terjadi serangkaian perubahan metabolisme yang bisa berdampak mengalami stres.
"Karena tubuh kita stres, tubuh itu tidak mampu menghasilkan antibodi yang cukup. Karena harusnya kita menghasilkan antibodi yang cukup,
tapi tubuh kita tuh malah berubah enggak terlalu fokus menghasilkan daya tahan tubuh lagi, jadi berkurang," tutur dia.
Dokter yang berpraktik di Tzu Chi Hospital itu menambahkan pada saat musim pancaroba terjadi perubahan tekanan udara jadi lebih tinggi atau terlalu ekstrem yang membuat virus lebih cepat menyebar.
Menurut dia, biasanya virus-virus dan bakteri cenderung mengendap di dekat permukaan tanah sehingga lebih mudah terhirup oleh manusia.
"Dengan perubahan tadi anginnya jadi cepat berhembus, itu lebih mudah lagi untuk menyebarkan kuman-kuman lebih gampang ter-transfer. Jadi
serangkaian perubahan cuaca ini menyebabkan virus atau kuman lebih mudah menyebar," ujar dia.
Lebih lanjut, Ian menambahkan saat musim pancaroba pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan melakukan perilaku hidup bersih sehat, seperti memakai masker, rajin cuci tangan, serta mengonsumsi makanan yang bergizi.
"Banyak makan vitamin, vitamin C, vitamin D, sama Zinc itu meningkatkan daya tahan tubuh juga, ke mana-mana boleh pakai masker, kalau batuk atau pilek sudah ganggu banget kalau bisa cuti jangan ke sekolah atau kerja dulu," jelas dia. (Ant/Z-1)
KASUS penyakit yang kerap disebut masyarakat sebagai Super Flu dilaporkan mengalami peningkatan seiring masuknya musim pancaroba.
Sejumlah warga mengeluhkan demam yang disertai pegal, nyeri pada persendian, hingga rasa tidak nyaman pada tubuh.
Hal ini diperkirakan karena saat ini sedang memasuki masa pancaroba dari cuaca kemarau ke penghujan
WILAYAH Indonesia saat ini memasuki pancaroba atau pola peralihan dari musim hujan ke fase awal musim kemarau. Sehingga jangan heran jika hujan masih mengguyur sejumlah daerah.
SELAMA musim pancaroba atau masa peralihan dari musim hujan ke fase awal musim kemarau, BMKG menyebut sejumlah wilayah di Indonesia masih akan diguyur hujan ringan hingga hujan lebat.
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Begini Cara Lindungi Diri Biar Tak Terlular Super Flu
Perubahan suhu yang tidak menentu membuat daya tahan tubuh menurun. Salah satu nutrisi penting yang kerap dianjurkan untuk membantu menjaga imunitas tubuh adalah vitamin C.
Kondisi lingkungan yang tidak mendukung dapat menurunkan daya tahan tubuh secara drastis.
KESEHATAN dan daya tahan tubuh anak tidak hanya dipengaruhi oleh asupan makanan, cuaca juga memiliki peran terhadap hal tersebut. Cuaca buruk disebut dapat memengaruhi kondisi kesehatan anak.
MUSIBAH banjir besar yang melanda Sumatra menyebabkan ratusan korban meninggal dan puluhan ribu warga mengungsi dan kerusakan infrastruktur akan diikuti dengan berbagai penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved