Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Dokter Ungkap Musim Pancaroba Picu Lonjakan Kasus Super Flu

Media Indonesia
09/1/2026 14:38
Dokter Ungkap Musim Pancaroba Picu Lonjakan Kasus Super Flu
Ilustrasi(Dok Freepik)

KASUS penyakit yang kerap disebut masyarakat sebagai Super Flu dilaporkan mengalami peningkatan seiring masuknya musim pancaroba. Perubahan cuaca yang tidak stabil dinilai menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran virus pernapasan, khususnya di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.

Dokter Umum RS Sari Asih Sangiang, dr. Siti Nur R. Firda Fauziyah, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang berubah-ubah memungkinkan virus bertahan lebih lama di lingkungan sekitar.

"Faktor lainnya yang menyebabkan Super Flu ini meningkat karena virus influenza dan virus pernapasan lainnya seperti Respiratory Syncytial Virus (RSV), adenovirus dan parainfluenza terus mengalami perubahan mutasi," kata dr. Siti.

Ia menegaskan bahwa istilah Super Flu bukanlah diagnosis medis resmi. Sebutan tersebut digunakan masyarakat untuk menggambarkan infeksi saluran pernapasan dengan gejala yang terasa lebih berat dan berlangsung lebih lama dibandingkan flu biasa.

Gejala Super Flu dan Perbedaannya dengan Flu Biasa

Menurut dr. Siti, penderita Super Flu umumnya mengalami demam tinggi yang naik-turun, nyeri badan yang cukup berat, serta batuk berkepanjangan yang dapat berlangsung hingga berminggu-minggu. Kondisi ini sering kali membuat masyarakat kesulitan membedakan antara flu berat dan covid-19.

"Fenomena ini dapat terjadi akibat immunity gap atau celah imunitas. Selama masa pandemi covid-19, penggunaan masker, pembatasan sosial, dan penurunan mobilitas membuat tubuh jarang terpapar virus influenza. Ketika aktivitas kembali normal, sistem imun belum sepenuhnya siap menghadapi paparan virus pernapasan yang kembali meningkat," imbuhnya.

Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan virus influenza jenis baru yang lebih berbahaya. Lonjakan kasus lebih disebabkan oleh kembalinya virus-virus pernapasan yang sebelumnya sudah dikenal.
Berbeda dengan flu ringan yang biasanya sembuh dalam tiga hingga lima hari, flu yang dirasakan lebih berat memiliki ciri seperti kelelahan ekstrem, nyeri tenggorokan parah, nyeri otot dan sendi secara menyeluruh, serta durasi sakit yang lebih panjang.

"Gejala-gejala tersebut sering kali menimbulkan kekhawatiran karena menyerupai infeksi covid-19, sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan apabila keluhan memberat atau tidak kunjung membaik," jelasnya.

Langkah Pencegahan Super Flu yang Disarankan Dokter

Untuk menekan risiko penularan, masyarakat dianjurkan melakukan vaksinasi influenza tahunan, menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, serta menerapkan perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan dan menggunakan masker saat diperlukan.

Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup dinilai penting untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan.

Pemeriksaan medis dianjurkan segera dilakukan apabila mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, sesak napas, nyeri dada, atau batuk berat yang mengganggu aktivitas.

"Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti pneumonia, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan penyakit penyerta," pungkasnya. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya