Minggu 04 September 2022, 09:15 WIB

Waspada, Gangguan Haid Bisa Pengaruhi Kesuburan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Waspada, Gangguan Haid Bisa Pengaruhi Kesuburan

Freepik
Ilustrasi

 

DOKTER Spesialis Obstetrisian dan Ginekolog (Obgyn) di Brawijaya Hospital Antasari Mohammad Haekal menjelaskan menstruasi seharusnya tidak menimbulkan rasa nyeri pada perempuan.

"Kodratnya seharusnya tidak nyeri. Cuma pada awal, terutama awal-awal mens, itu terkadang bisa terjadi nyeri karena ada penyebabnya, disebutnya dismenore sekunder. Atau bisa juga karena banyaknya jumlah menstruasi itu disebutnya dismenore primer. Tapi, yang ada penyebabnya salah satunya adalah endometriosis," kata Haekal, dikutip Minggu (4/9).

Lebih lanjut, Haekal juga memaparkan terdapat lima gangguan haid. Jika mengalami salah satunya, dia menyarankan untuk tidak menunda memeriksakan diri ke rumah sakit. Hal tersebut bertujuan agar gangguan tersebut dapat diatasi dengan segera.

Baca juga: Nyeri Haid tidak Selalu karena Endometriosis

"Gangguan haid itu ada lima. Pertama adalah pendarahan menstruasi yang abnormal. Itu bisa karena polip, miom, endometriosis dan lain sebagainya. Yang kedua, tidak mens. Kalau anak perempuan belum mens sampai 16 tahun itu mesti diperiksa," jelas Haekal.

"Ketiga sering telat mens, itu bisa karena gangguan tidak bertelur atau di menjelang menopause ada gangguan tidak bertelur juga. Keempat ini yang penting adalah nyeri mens. Dan yang terakhir itu yang nggak kalah penting adalah PMS. Nah PMS ini ada tahapannya, yang berat itu bisa bahaya sampai marah-marah berlebihan atau depresi," sambungnya.

Sementara itu, dokter Obgyn lainnya, Malvin Emeraldi, menjelaskan gangguan haid juga dapat mempengaruhi seseorang mengalami gangguan kesuburan. 

Jika seorang perempuan mengalami gangguan pola, lama, dan jumlah saat haid, hal itu juga dapat berkaitan dengan gangguan kesuburan sehingga akan sulit memiliki anak.

Oleh sebab itu, Malvin menyarankan agar perempuan yang merasa mengalami gangguan haid segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Sehingga, gangguan kesuburan pun dapat dihindari.

"Untuk pasangan suami istri itu bisa hamil, harus terjadi adanya pertemuan sperma dan sel telur dalam suasana yang kondusif. Kalau ada gangguan pola, lama, jumlah, kita nggak bisa tahu masa suburnya kapan. Itu salah satu kenapa ini juga bisa mengalami gangguan kesuburan," tutur Malvin.

"Namun, jujur dari semua gangguan haid yang berkaitan dengan gangguan kesuburan, yang saya takutkan adalah pasien pertama datang ke kita dengan keluhan nyeri haid plus gangguan kesuburan. Jadi kalau kita mengalami nyeri haid apalagi sampai mengganggu aktivitas, kemungkinan besar penyebabnya adalah endometriosis," pungkasnya. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara

Festival Sains dan Bahasa 2023 Kembali Hadir

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 15:41 WIB
Pendaftaran FSB 2023 dibuka mulai 1 Oktober 2022. Pengumuman finalis pada 23 Desember...
ANTARA

Menteri PPPA: Gunakan Batik di Berbagai Kesempatan Hingga Lestari

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 15:09 WIB
Bintang Puspayoga menambahkan batik merupakan warisan budaya Indonesia yang diakui secara nasional dan...
Ist

Harapan Berkembang dalam Sewindu Ilmu Komunikasi UNY

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 15:01 WIB
Penanaman dasar keilmuan serta etika yang memadai diperlukan agar para calon professional ini mampu memenuhi tuntutan seiring perkembangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya