Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan penerima dosis kedua dari vaksin covid-19 telah mencapai 171.064.873 setelah bertambah 4.162 orang hingga pukul 12.00 WIB.
Dalam data Satgas yang dilansir Antara di Jakarta, Sabtu (3/9), menyebutkan, kenaikan juga terjadi pada cakupan dosis pertama yang kini bertambah 7.632 orang. Sehingga total keseluruhan secara nasional mencapai 203.397.204 orang.
Kemudian penerima dosis ketiga (booster) telah mencapai 60.912.034 orang, setelah bertambah 12.664 orang.
Sementara dosis keempat yang kini baru diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes), telah ada sebanyak 380.726 orang. Meningkat 3.036 dari hari sebelumnya.
Pemerintah sendiri menargetkan 234.666.020 sebagai sasaran dari persebaran vaksin covid-19 di Indonesia.
Sebelumnya, Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Amin Soebandrio menyatakan mutasi telah menyebabkan varian-varian baru covid-19 semakin melemah.
"Mutasi itu sebetulnya justru membuat virusnya tampak lemah. Hanya 4-5% dari mutasi yang dapat membuat virus lebih fit atau bisa menyesuaikan diri," kata Amin.
Baca juga: WHO Ingatkan Risiko Flu Berbahaya, Kemenkes: Jaga Daya Tahan Tubuh
Ia mengatakan apabila mutasi virus dapat terjadi secara acak. Dalam proses itu, virus akan bereplikasi memperbanyak diri saat menemukan orang (host) baru untuk ditularkan, namun terdapat kemungkinan bila terjadi kesalahan penyalinan terhadap materi genetiknya.
Akibatnya, hanya 4-5% virus dari hasil mutasi yang dapat menyesuaikan diri terhadap tekanan lingkungan di sekitarnya, baik karena obat maupun antibodi.
Peluang itu yang kemudian harus dihadapi oleh Indonesia. Kondisi tersebut tidak bisa disepelekan karena menyebabkan risiko penularan dapat terjadi pada pihak mana pun.
Ia menekankan jika vaksin yang telah didapatkan oleh masyarakat berapa pun jumlah dosisnya, dapat sangat bermanfaat dan membentuk kekebalan imunitas di dalam masyarakat. Vaksinasi memberikan proteksi dari virus yang terus bermutasi dan terus berubah-ubah.
Beberapa perusahaan vaksin besar juga sedang berupaya untuk bisa menyesuaikan vaksin buatanya terhadap varian varian yang baru. Dia berharap, cakupan vaksinasi dapat terus ditingkatkan tanpa harus ada ketimpangan pada tiap-tiap kelompok dalam masyarakat.
"Berbicara tentang mutasi selama kita bisa mencegah si virus itu menemukan host baru (melalui vaksinasi), maka itu akan memperkecil kemungkinan virus itu bermutasi, itu yang harus kita lakukan," pungkas Amin. (Ant/OL-16)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved