Sabtu 27 Agustus 2022, 09:02 WIB

Sekolah Muhammadiyah Miliki Potensi Jadi Model Sekolah Toleransi

mediaindonesia.com | Humaniora
Sekolah Muhammadiyah Miliki Potensi Jadi Model Sekolah Toleransi

Ist
Worksop Penyusunan Modul Penguatan Toleransi dan Anti Perundungan di Dunia Pendidikan yang dilaksanakan di Tangerang Selatan.

 

Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) kembali menggandeng organisasi masyarakat besar, salah satunya Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menanamkan nilai nilai Revolusi Mental di tengah-tengah masyarakat. 

Dalam pembukaan Workshop Penyusunan Modul Penguatan Toleransi dan Anti Perundungan di dunia Pendidikan yang diselenggarakan pada 26-28 Agustus 2022 di Tangerang Selatan, Deputi Bidang Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraha Kemenko PMK, Didik Suhardi, berharap nilai-nilai Revolusi Mental yang mengusung lima gerakan yaitu Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu dapat melibatkan semua elemen bangsa agar gerakanya lebih cepat dan masif.

"Muhammadiyah memiliki pengalaman yang panjang di dunia pendidikan, dan pembangunan karakter untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan anti perundungan ada di sekolah" harapnya.

Baca juga:  PP Muhammadiyah: Toleransi Sekolah di Indonesia Masih Cukup Baik

Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengan (Dikdasmen) PP Muhammadiyah, R. Alpha Amirrachman menyambut positif kerja sama Kemenko PMK dan PP Muhammadiyah dalam gerakan Revolusi Mental.

 Pasalnya Muhammadiyah, menurut Alpha, memiliki modal untuk menanamkan nilai-nilai  toleransi dan anti perundungan dengan berpegangan pada nilai-nilai Keislaman dan Kemuhammadiyahan.

"Sekolah Muhammadiyah dapat menjadi model untuk gerakan anti perundungan dan penguatan toleransi di dunia pendidikan" pesanya kepada peserta workshop.

Koordinator Tim Kerja Revolusi Mental, Muhammad Sofyan mengatakan, modul yang sudah disusun akan diimplementasikan dalam pelatihan di lima provinsi

 "Pada tahun ini penanaman nilai-nilai Revolusi Mental akan kami fokuskan melalui penguatan toleransi dan anti perundungan untuk tenaga pendidik di sekolah, karena kami yakin para guru adalah garda terdepan dalam mengubah mindset generasi bangsa" tegasnya.

Selain itu, ia menambahkan, di samping pelatihan mendalam untuk tenaga pendidik, tahun ini merupakan tahun gerakan aksi nyata, salah satunya melalui gerakan nasional menanam 10 juta pohon. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist

Beasiswa Cakrawala Tak Hanya Beri Bantuan Dana Pendidikan

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 09:42 WIB
Para penerima beasiswa telah memperoleh benefit tidak hanya bantuan dana pendidikan, namun sesi mentorship dan keterlibatan dalam...
Dok. Daus Rojali

Daus Rojali, PMI Guru Seni di Vietnam Raih Penghargaan di Kompetisi Vlog "Bekerja di Negeri Orang" 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 09:31 WIB
"Saya pikir pekerjaan sebagai guru seni tidak terlalu penting bagi orang lain, tapi ternyata video vlog saya justru terpilih sebagai...
ANTARA/Dedhez Anggara

Mitos dan Persepsi Pengaruhi Penggunaan Alat Kontrasepsi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 26 September 2022, 08:00 WIB
Hasto juga membantah bahwa alat kontrasepsi dapat mempengaruhi gairah seksual...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya