Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UNDANG-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) yang telah disahkan pada Mei 202 lalu sejatinya telah dapat digunakan atau diterapkan.
Ketua Panja RUU TPKS Willy Aditya mengatakan UU TPKS delik dan hukum acaranya bisa langsung dieksekusi tanpa aturan turunan.
"Ketika undang-undang itu disahkan undang-undang TPKS delik dan hukum acaranya sudah bisa langsung dieksekusi. Jadi tanpa peraturan turunan baik peraturan pemerintah atau perpresnya undang-undang TPKS sudah bisa digunakan oleh aparat penegak hukum khususnya dalam dalam ranah delik-deliknya dan hukum acara sendiri," ujarnya.
Dalam diskusi Darurat Kekerasan Seksual Anak, Bagaimana Implementasi UU TPKS Selasa (26/7), Willy menegaskan jika merujuk pada kasus kekerasan seksual pada anak hukum acara UU TPKS bisa digunakan oleh undang-undang sejenis, seperti undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, perlindungan anak, undang-undang tindak pidana perdagangan orang dan lain sebagainya.
"Itu sudah bisa menggunakan hukum acara tindak pidana kekerasan seksual. Jadi undang-undang 1 genre itu bisa menggunakan hukum acara ini," kata Willy.
Baca juga: UU TPKS bisa Diterapkan Meskipun Aturan Turunan Belum Rampung
Dia menilai publik masih menghadapi problem sosiologis yang menjadi salah satu penyebab kekerasan terhadap anak masih kerap terjadi.
Dengan demikian kehadiran undang-undang sebagai legal standing aparatur negara dalam menjalankan tugas perlindungan sangat diperlukan.
"Belum tentu lahirnya sebuah undang-undang otomatis menjadi kesadaran di tengah masyarakat kita. Itu pertanyaan yang paling fundamental. Jadi belum tentu sebangun antara kesadaran publik dengan undang-undang maka yang penting adalah political will dari pemerintah"
Anggota Fraksi NasDem ini juga menekankan undang-undang TPKS telah mengatur secara khusus tentang pencegahan kekerasan seksual. Dalam bab tersebut undang-undang TPKS mengamanatkan tentang pentingnya literasi dan peran komunitas.
"Ada peran negara ada peran komunitas dalam proses pencegahan. Jadi peran tokoh agama, tokoh masyarakat terlibat dalam proses menjaga narasi itu tetap disampaikan"
Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina menyoroti peran semua pihak untuk menerapkan UU TPKS. Undang-undang tersebut tidak dibuat untuk Kementerian PPA tapi dibuat untuk semua kementerian.
"Setelah kami mengundang-undangan jangan ini dibawa dalam ranah bahwa ini tugasnya komisi 8, bahwa ini sudah menjadi undang-undang. Euforianya seolah-olah tugas selesai DPR selesai karena sudah menjadi undang-undang," kata Selly.
"Setelah itu tugas kami melakukan pengawasan. Itu bukan saja tugas kami masih ada di luar fungsi kami melakukan pengawasan, kami punya fungsi lain yaitu fungsi budgeting," paparnya.
Sementara itu Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nahar mengungkapkan 80 juta penduduk merupakan usia anak. Dari jumlah tersebut 84% anak tinggal bersama kedua orang tuanya.
Kemudian 8% hidup hanya dengan ibunya. Lalu 2- 3% tinggal bersama ayahnya sedangkan 5% merupakan jumlah anak yang rentan karena tidak tinggal bersama orangtuanya.
"Dalam bayangan kita 84% ini akan baik-baik saja ternyata tidak juga. Yang paling rentan itu ada 5% di antara anak-anak kita tidak tinggal bersama orang tuanya, dialah yang harus tinggal dengan orang lain di panti, orang yang tidak dikenal dan segala macamnya sehingga yang paling rentan dan seringkali menjadi incaran ada kerentanan yang memberikan ruang orang lain untuk untuk masuk menjadikan anak-anak ini dalam situasi yang tidak baik," tukasnya. (Sru/OL-09)
Kekerasan terhadap perempuan ini, selain pelanggaran hak asasi manusia, berdampak pula pada berbagai aspek kehidupan perempuan, dan sangat kompleks.
LPSK menegaskan akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan mekanisme penghimpunan dan pemberian Dana Bantuan Korban (DBK)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong implementasi menyeluruh UU TPKS dan penguatan layanan daerah untuk perlindungan perempuan dan anak.
EKOSISTEM perlindungan menyeluruh terhadap perempuan dan anak harus diwujudkan. Diperlukan peran aktif semua pihak untuk bisa merealisasikan hal tersebut.
KORBAN kekerasan dan kekerasan seksual hingga saat ini masih belum memperoleh jaminan pasti dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
WARTAWAN Senior Usman Kansong menilai bahwa pendekatan hukum dalam implementasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) hingga kini masih tersendat.
Kepolisian terus bergerak menelusuri setiap petunjuk terkait keberadaan tersangka AJ.
Child grooming dan pedofilia sering disamakan. Psikolog menjelaskan perbedaannya serta bahaya serius yang mengancam keselamatan anak.
Julio Iglesias dituduh melakukan kekerasan seksual dan perdagangan manusia oleh dua mantan karyawannya. Kasus ini kini dalam penyelidikan yudisial Spanyol.
Polisi masih terus memburu AJ, tersangka kasus kekerasan seksual yang terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara
Kekerasan terhadap perempuan ini, selain pelanggaran hak asasi manusia, berdampak pula pada berbagai aspek kehidupan perempuan, dan sangat kompleks.
AKTRIS Helsi Herlinda dikenal dengan peran antagonis selama dua dekade. Kali ini, Helsi bertransformasi total menjadi karakter protagonis yang menderita dalam film Nia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved