Selasa 05 Juli 2022, 11:35 WIB

Azotobacter si Bakteri Baik

Faustinus Nua | Humaniora
Azotobacter si Bakteri Baik

Dok. Litbang MI
Ilustrasi

 

BIOREMEDIASI atau penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan seperti logam berat bisa dilakukan untuk memulihkan lingkungan. Pasalnya, tanah yang terkontaminasi logam berat mengandung racun yang membahayakan tanaman dan rantai makanan, termasuk kepada manusia.

Bioremediasi ini mampu mengubah pergerakan logam berat di dalam tanah supaya tidak dapat diambil oleh tanaman. Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Reginawati Hindersah mengatakan salah satu mikrooganisme yang bisa digunakan sebagai bioremediasi ialah Azotobacter.

Azotobacter biasa digunakan di bidang pertanian untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Bakteri ini dapat menggunakan nitrogen di alam, meningkatkan kesuburan tanah, dan merangsang pertumbuhan tanaman.

Baca juga: Anak Disabilitas Dua Kali Lipat Lebih Rentan Alami Kekerasan Seksual

Baca jugaAntisipasi Kenaikan Kasus, Prokes dan Booster Wajib Ditegakkan Kembali

Dia mampu bertahan di tempat kering karena membentuk sista, dan bisa menyintesis eksopolisakarida dari gula. “Eksopolisakarida dan juga keberadaan sista menyebabkan Azotobacter ini banyak sekali yang tahan terhadap logam berat,� jelasnya dilansir dari laman Unpad.

Selain eksopolisakarida, Prof Regina juga menyebutkan bahwa Azotobacter dapat bertahan pada logam berat karena menghasilkan pigmen dan kapsul atau lendir di permukaan Azobacter.

Terdapat dua mekanisme pada penggunaaan Azotobacter. Yang pertama ialah adanya ikatan ionik. Gugus-gugus fungsional bermuatan negatif pada eksopolisakardia bisa mengikat logam berat yang umumnya bermuatan positif sehingga tidak bisa bergerak di dalam tanah.

"Logam berat di dalam tanah yang bergerak menjadi bahaya karena menyebabkan toksisitas pada tanaman atau makhluk hidup lainnya,� imbuhnya.

Untuk mekanisme yang kedua, Azotobacter bisa menggerakan logam berat tanah dan diambil oleh tanaman fitoremediasi, atau tanaman yang khusus ditanam untuk mengekstrak logam berat di dalam tanah. Pergerakan ini dapat terjadi jika logam berat ini diikat dan membentuk Chelate EPS-(Heavy) Metal atau adanya ikatan koordinasi.

Spesies Azotobacter ini ada di mana-mana, baik di tanah netral dan tanah basa lemah, tetapi tidak di tanah asam. Mereka juga ditemukan di tanah Arktik dan Antartika meskipun iklimnya dingin. Di tanah kering, Azotobacter dapat bertahan hidup dalam bentuk kista hingga 24 tahun. (H-2)

Baca Juga

DOK RENDRA SETYADIHARJA

Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO, Nadiem Ajak Lestarikan Pantun

👤Faustinus Nua 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:15 WIB
Indonesia telah mencatat sejarah penting karena pantun diakui sebagai budaya dunia pada Desember 2020 dan kerja keras melestarikan pantun...
Antara

Masta, Masakan Sehat Atasi Stunting dari Garut

👤Dinda Shabrina 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:05 WIB
Kabupaten Garut menjadi daerah dengan prevalensi stunting tertinggi se-Jawa...
Antara

170,6 Juta Orang Sudah Divaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:40 WIB
Sementara itu, Kemenkes mencatat 14.732 ribu orang disuntik vaksin dosis pertama hari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya