Selasa 05 Juli 2022, 10:40 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus, Prokes dan Booster Wajib Ditegakkan Kembali

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Antisipasi Kenaikan Kasus, Prokes dan Booster Wajib Ditegakkan Kembali

MI/RAMDANI
Sejumlah warga mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster saat Car Free Day (CFD), di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (19/6/2022)

 

KETUA DPR RI Puan Maharani mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) guna mengantisipasi kenaikan kembali kasus covid-19.

"Pertama, harus tetap menjaga prokes. Semuanya diharapkan sudah vaksin dan sudah booster. Inshaallah semua bisa vaksin tiga kali dan minimal sudah dua kali," kata Puan dalam keterangannya, Selasa (5/7).

Selain itu, Puan turut mengingatkan bahwa kasus covid-19 tetap ada walaupun saat ini kasusnya di beberapa daerah sudah mulai menurun. "Tetapi ya lebih baik sehat dibanding sakit. Jaga prokes memakai masker dan terus sering cuci tangan," ujarnya.

Diketahui, meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia akibat subvarian Omikron BA.4 dan BA.5, telah menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Guna menambah proteksi imunitas tubuh, pemerintah mensyaratkan wajib booster covid-19 untuk kegiatan atau aktivitas berskala besar.

Baca juga: Anak Disabilitas Dua Kali Lipat Lebih Rentan Alami Kekerasan Seksual

Baca juga:IDI Tegaskan Penggunaan Ganja Medis Masih Perlu Kajian Mendalam

Di kesempatan lain, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr M Adib Khumaidi mengatakan pemerintah saat ini tentunya sudah menilai kebijakan protokol kesehatan secara objektif berdasarkan hospitality rate, data pasien dirawat, dan berkaitan genome sequence. Artinya dari semua data tersebut sudah dipikirkan namun masyarakat juga jangan terlena dan tetap memakai masker di dalam dan luar ruangan, di tambah vaksin booster bagi yang belum.

"Upaya yang tetap kita harus lakukan adalah protokol kesehatan pakai masker di ruang terbuka dan tertutup. Kemudian meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk mau divaksin booster itu menjadi salah satu upaya pencegahan," kata Adib.

Vaksin booster bukan hanya disuntik saja tetapi menjadi upaya perlindungan kepada masyarakat dan nantinya didukung oleh pemerintah melalui berbagai kebijakannya.

"Pada prinsipnya kami akan mendorong vaksinasi booster untuk masyarakat terlebih dahulu karena masih 27 persen dosis ketiga. Sehingga fokusnya bukan ke dosis keempat tapi booster terlebih dahulu untuk bisa tercapai," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Antara/Asep Fathulrahman.

Produksi Vaksin Lokal PMK Digenjot hingga 30 Juta Dosis

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 17:22 WIB
Pemerintah tengah menggiatkan produksi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dalam negeri berdasarkan stereotipe virus yang beredar di...
Ist

Hadirkan Sandiaga Uno Hingga Prilly Latuconsina, InspiraFest2022 Sukses Digelar

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 16:32 WIB
Berkolaborasi dengan MD Co, InspiraFest2022 mengusung tema ‘Build Your First Million Dollar Company’ untuk membantu UKM...
Ist

Media Digital belum Merdeka dari Radikalisme dan Intoleransi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 16:18 WIB
Riset dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN di Jakarta pada 2021 lalu menyebutkan konten-konten yang tidak moderat di media...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya