Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mendesak aparat keamanan untuk menindak tegas kelompok Khilafatul Muslimin, yang telah membuat kegaduhan di Tanah Air.
Menurutnya, organisasi lain yang juga menyebarkan ideologi serupa, juga harus ditangani dan dibubarkan.
"Saya memohon kepada pemerintah dan aparat untuk bertindak tegas. Tidak boleh mentolerir sedikit pun," ujar Said di Istana Kepresidenan, Selasa (7/6).
Baca juga: Megawati Kembali Menjabat Ketua Dewan Pengarah BPIP
Tidak hanya membubarkan, pihaknya juga meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk memusnahkan ideologi yang dibawa dan disebarkan kelompok tersebut.
"Seringkali, walaupun organisasinya sudah dilarang, dibubarkan, ideologinya masih ada. Itu yang harus kita waspadai," imbuh Said.
Pihaknya menegaskan bahwa satu-satunya ideologi yang berlaku di Indonesia adalah Pancasila. Jika ada pihak yang masih menentang dan tidak mau menerima hal tersebut, dipersilakan angkat kaki dari Indonesia.
"Yang masih mempermasalahkan Pancasila silakan pindah ke Afghanistan, jangan di sini," tegas pria yang baru diangkat sebagai Anggota Dewan Pengarah BPIP.
Sebagai sosok yang pernah mencicipi kehidupan di Timur Tengah selama lebih dari 13 tahun, Said bingung dengan pemikiran masyarakat yang menolak Pancasila. Apalagi, ingin mengadopsi sistem kepemimpinan khilafah.
Baca juga: Polda Metro Tangkap Pimpinan Khilafatul Muslimin
Berkat dasar negara yang digagas Soekarno, lanjut dia, Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan agama bisa hidup berdampingan dengan damai.
"Ketika saya jadi Ketum PBNU, tamu-tamu dari Timur Tengah merasa takjub. Indonesia itu adem. Tidak seperti negara mereka yang bisa saja saat jalan menginjak ranjau, atau lagi tidur ada bom meledak," pungkas Said.
"Suriah, Irak, Afghanistan, Pakistan, Somalia dan Libya seperti itu. Sementara, Indonesia sangat tenang. Ini berkat Pancasila. Kita bebas mengamalkan agama masing-masing," tutupnya.(OL-11)
Menurutnya, empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 tak bisa diotak-atik
Keempat terdakwa kasus konvoi Khilafatul Muslimin di Brebes pada Juni 2022 lalu itu menjalani sidang secara daring atau online di Lapas kelas II B Brebes yang digelar PN Brebes.
Begitu sudah tahap 2, berarti proses sidik sudah selesai tinggal penyerahterimaan tersangka maupun barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bekasi, kata polisi.
Pimpinan Ponpes Miftahul Ulum Bangunsirna sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Ciamis, KH Arief Ismail Chowas menegaskan menolak penyebaran paham khilafah.
Ikrar setia itu dilakukan pada acara Silaturahmi Kebangsaan dan Ikrar Setia Khilafatul Muslimin Kepada NKRI
Indra Fauzi, Menteri Penerimaan Zakat Khilafatul Muslimin, ditangkap petugas kepolisian pada Rabu (10/8) kemarin. Dia memiliki rekening khusus untuk menampung dana zakat.
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved