Sabtu 28 Mei 2022, 17:58 WIB

Dirjen Pendis Ajak Guru Beradaptasi dengan Kondisi Kontemporer

Mediaindonesia.com | Humaniora
Dirjen Pendis Ajak Guru Beradaptasi dengan Kondisi Kontemporer

MI/ HO
Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdani

 

DIRJEN Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdani mengajak para guru untuk terus beradaptasi dengan berbagai kondisi-kondisi kontemporer. Karena belajar terhadap sesuatu hal yang kontemporer atau kekinian menjadi keniscayaan.

Demikian disampaikan Ramdani saat memberikan materi pada Sarasehan Pendidikan Nasional dengan tema “Guru Mulia, Membangun Peradaban Dunia” di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

“Orang yang terpelajar hanyalah pemilik masa lalu, orang yang terus belajar yang akan menjadi pemilik masa depan,” ujarnya, Jumat (27/5)
 
Ramdani menambahkan berhentinya proses belajar bagi seorang guru maka sesungguhnya adalah kematian yang hakiki bagi guru tersebut. “Pendidikan bukan segalanya untuk membangun peradaban, tetapi segalanya bukan menjadi apa-apa tanpa pendidikan,” katanya.

Ramdani menerangkan bahwa sebuah mekanisme membangun peradaban bisa dilakukan dengan melakukan banyak hal. Untuk merancang hal tersebut. Mengutip dari pengalaman-pengalaman bangsa Cina. Apabila engkau ingin bekerja selama tahunan maka tanamlah padi. Apabila engkau ingin berkesejahteraan dalam puluhan tahun, maka tanamlah pohon.

“Tetapi kalau engkau ingin ber keadaban dan kesejahteraan selama berabad-abad makan tanamlah orang,” tandasnya.

Maka, lanjut Dani, peran dan posisi guru sangat substantif. Guru itu adalah orang yang mengajarkan siswa-siswa untuk terus mengenal perkembangan zaman, untuk mengenal teknologi-teknologi yang belum ada sebelumnya.
 
Ramdani mengajak agar para guru terus aktif mengikuti perkembangan zaman, jangan sampai berhenti dan lelah pada arus zaman yang terus mengajaknya berlari.

“Karena, eksistensi manusia bukan terletak pada wujudnya tetapi cara dia berpikir dan mendayagunakan hal yang paling substantif pada dirinya yaitu kemampuan akal kemampuan akal,” pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA/HO.MCH2022

Calon Haji Bervisa tidak Resmi Dipulangkan ke Indonesia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 03 Juli 2022, 04:15 WIB
Sejumlah jamaah mengaku telah mengeluarkan biaya antara Rp200 juta hingga Rp300 juta agar bisa berangkat haji dengan jalur tanpa antre...
 ANTARA/Maulana Surya

Benarkah Cabut Gigi Atas Bisa Sebabkan Kebutaan?

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:55 WIB
Rumor tersebut juga masih saja menjadi keyakinan bagi sebagian masyarakat, bahkan sering kali dijadikan sebagai salah satu alasan untuk...
Antara

50,8 Juta Masyarakat Sudah Divaksin Booster

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 22:35 WIB
Penyuntikan vaksin dosis kedua juga bertambah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya