Senin 23 Mei 2022, 18:35 WIB

Kemenkes Arab Saudi bersama Binawan Rekrut 220 Perawat Indonesia

Eni Kartinah | Humaniora
Kemenkes Arab Saudi bersama Binawan Rekrut 220 Perawat Indonesia

Ist
Calon perawat yang siap dikirim untuk bekerja ke Arab Saudi.

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi membuka kembali kesempatan untuk perawat Indonesia untuk bisa bekerja di Arab Saudi.

Pada tahun ini, Binawan dipercaya kembali untuk menjadi mitra kerja Kemenkes Ara Suadi dalam merekrut perawat Indonesia untuk dapat bekerja di berbagai fasilitas kesehatan milik pemerintah Arab Saudi.

Binawan menargetkan 220 kandidat yang akan diberangkatkan tahun ini ke Arab Saudi.

Sebanyak 15 kandidat telah lolos wawancara daring batch 1 pada Maret 2022. Sebanyak15 perawat ini telah mendapatkan konfirmasi job offer dan visa kerja.

Para kandidat ini merupakan lulusan sarjana keperawatan dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Selanjutnya, wawancara daring batch 2 oleh pihak Kemenkes atau Ministry of Health (MOH) Arab Saudi telah diselenggarakan pada Kamis (19/5) dengan jumlah peserta setidaknya 100 kandidat.

Adapun asal daerah para kandidat batch 2 tersebar ke sepuluh provinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Sulawesi Tengah.

Baca juga: Binawan Group Berangkatkan 100 Perawat Indonesia ke Kuwait

Kerja sama antara Binawan dan Kemenkes Arab Saudi sudah terjalin sejak 16 tahun lalu. Kerja sama ini menjadi semakin kuat dengan adanya perekrutan kembali tenaga kesehatan Indonesia untuk pemerintah Arab Saudi pada 2022 dengan target 220 kandidat.

Jumlah target perawat tersebut menambah daftar jumlah tenaga kesehatan Indonesia yang telah direkrut oleh Binawan, yaitu sebanyak 365 sejak Juli 2021 untuk penempatan di Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Arab Saudi.

Perekrutan 220 perawat Indonesia ini merupakan langkah awal pemenuhan kebutuhan total 2000 perawat tambahan untuk seluruh fasilitas kesehatan MOH Arab Saudi yang terletak di Provinsi Al-Qassim.

Setiap kandidat yang lolos seleksi akan mendapatkan benefit selayaknya pegawai pemerintah Arab Saudi.

Penempatan para kandidat pun di rumah sakit pemerintah Arab Saudi setara rumah sakit umum daerah. Selain itu, para kandidat berkesempatan untuk menjalankan ibadah haji atau umroh lebih mudah.

Adapun persyaratan untuk menjadi perawat di Kemenkes Arab Saudi adalah sebagai berikut: perempuan berusia 22-40 tahun. pendidikan S1 Keperawatan/S1 Kebidanan, memiliki STR aktif  minimal. 1 tahun pengalaman kerja, dan  fapat Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris (level intermediate).

Rekrutmen ini masih akan terus berlangsung. Binawan bekerja sama dengan portal kerja internasional, Jobshub.id sebagai website resmi untuk mendaftar berbagai lowongan kerja, khususnya perawat di MOH Arab Saudi. Animo dari calon kandidat sangat besar.

Oleh karena itu, walk in interview oleh perwakilan MOH Arab Saudi akan diadakan di Juni 2022 di kantor PT Binawan Inti Utama, yang terletak di kawasan kampus Binawan Jl. Dewi Sartika No.25-30, Kalibata, Kec. Kramat Jati, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13630.

Selanjutnya, Binawan akan melaksanakan pelepasan perawat Indonesia untuk Kemenkes Arab Saudi pada 31 Mei 2022. Rencananya kegiatan ini akan dihadiri oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, 

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Atase Kementerian Arab Saudi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, perwakilan institusi terkait, dan berbagai stakeholder lainnya.

Untuk mewujudkan visi Binawan Group yang menitikberatkan pada keunggulan tenaga kerja Indonesia (excellence in people) di kancah global, maka pada 7 Juni 2021 Binawan berhasil mengirimkan 30 tenaga kesehatan Indonesia ke Uni Emirat Arab.

Dilanjutkan pada 10 Maret 2022, 100 tenaga kesehatan telah diberangkatkan ke Kuwait.

Dalam keterangan pers, Senin (23/5). Presiden Direktur Binawan Group Said Saleh Alwaini menyatakan,“Kami mendapat kepercayaan untuk mengirimkan 220 perawat ke Kementerian Kesehatan Arab Saudi."

"Sampai akhir tahun 2022 nanti, kami sudah memiliki permintaan sebanyak 1335 tenaga kesehatan untuk ditempatkan di berbagai negara, seperti UAE, Kuwait, Arab Saudi, Jepang, Australia, Inggris, dan Amerika Serikat," kata Said.

"Kami berharap agar upaya ini bisa terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Kesehatan," ucapnya.

"Kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi sangat penting guna membangun ekosistem yang kuat dan sehat untuk meningkatkan kredibilitas Indonesia sebagai penyalur tenaga kesehatan sambil menciptakan kemudahan, terutama birokrasi dan administrasi bagi perawat yang berniat untuk bekerja di luar negeri," jelasnya. (RO/OL-09)
 

Baca Juga

DOK Sahabat Ganjar

ITS Surabaya Juara Hackaton 2022 Jawa Timur

👤Widhoroso 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:14 WIB
TIM Victorits dari Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, meraih juara ajang Hackathon 2022 Jawa Timur yang berakhir Minggu...
ANTARA/Ampelsa

Peringatan HANI 2022, Kualitas SDM untuk Bangun Karakter Remaja Jadi Tantangan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:10 WIB
Sekarang ini mental emotional disorder atau gangguan mental emosional pada anak remaja dalam keluarga meningkat pesat pada 2018 jika...
Dok. Kemenparekraf

Sandiaga Tekankan Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata 

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:07 WIB
Selain memahami akan potensi yang ada, masyarakat juga harus paham nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya