Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH penelitian baru yang inovatif mungkin telah memecahkan misteri Sindrom Kematian Bayi Mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).
Dikutip dari Independent, Selasa (17/5), SIDS, yang juga dikenal sebagai cot death merupakan kematian mendadak, tidak terduga, dan tidak dapat dijelaskan dari bayi yang tampaknya sehat, biasanya terjadi pada enam bulan pertama kehidupan mereka.
Kondisi itu umumnya terjadi ketika anak sedang tidur, dengan banyak komunitas medis percaya fenomena tersebut terjadi karena cacat di otak yang mengontrol peningkatan aktivitas tidur dan pernapasan.
Baca juga: Sambut Jabang Bayi, Ibu Harus Persiapkan Perlengkapan sejak Dini
Menurut Mayo Clinic, konsensus di antara para profesional medis adalah bahwa jika seorang anak berhenti bernapas saat tidur, cacat tersebut akan mencegah bayi terkejut atau bangun.
Para peneliti sekarang percaya mereka telah mengonfirmasi teori itu dengan menganalisa sampel darah dari bayi baru lahir yang meninggal karena SIDS dan penyebab lain yang tidak diketahui dan membandingkannya dengan darah yang diambil dari bayi yang sehat.
Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan oleh jurnal eBioMedicine Lancet, mereka menemukan aktivitas enzim yang disebut Butyrylcholinesterase (BChE) secara signifikan lebih rendah pada bayi yang meninggal karena SIDS, dibandingkan dengan bayi yang masih hidup dan mereka yang meninggal karena penyebab non-SIDS.
BChE memiliki peran utama dalam jalur otak, menjelaskan mengapa SIDS biasanya terjadi selama tidur. Oleh karena itu, tingkat enzim yang rendah dipahami mengurangi kemampuan anak untuk bangun, menciptakan kerentanan terhadap SIDS.
Secara historis, orangtua disarankan membaringkan bayi mereka untuk tidur, menjauhkan mainan dan selimut dari boks bayi dan tidak membiarkan mereka kepanasan dalam upaya mencegah SIDS.
Terlepas dari tindakan pencegahan seperti itu, banyak anak masih meninggal, meninggalkan orangtua dengan rasa bersalah yang besar dan bertanya-tanya apakah mereka dapat mencegah kematian anak mereka.
Carmel Harrington, yang memimpin penelitian, kehilangan anaknya sendiri karena SIDS, 29 tahun yang lalu.
"Keluarga-keluarga ini sekarang dapat hidup dengan pengetahuan bahwa ini bukan kesalahan mereka," ujar Carmel.
Dalam studi tersebut, para peneliti menulis, "Temuan ini mewakili kemungkinan mengidentifikasi bayi yang berisiko mengalami SIDS sebelum kematian dan membuka jalan baru untuk penelitian di masa depan dalam intervensi spesifik."
Para peneliti, saat ini, berharap dapat membuat tes skrining untuk mengidentifikasi bayi yang berisiko SIDS dalam upaya mencegah kematian lebih lanjut di masa depan.
Menurut NHS, sekitar 200 bayi meninggal tiba-tiba dan tidak terduga setiap tahun akibat SIDS.
The Lullaby Trust, yang memberikan dukungan spesialis untuk keluarga yang ditinggalkan bayi karena SIDS dan mempromosikan saran ahli tentang tidur bayi yang lebih aman, mengatakan, saat ini, penelitian sedang berlangsung dan nasihat terbaik untuk semua keluarga dengan bayinya adalah mengikuti saran tidur yang lebih aman untuk mengurangi risiko terjadinya SIDS.
"Ini termasuk selalu menidurkan bayi terlentang di tempat tidur yang bersih di atas kasur yang datar, kokoh, dan tahan air tanpa tempat tidur tambahan, bantal, atau bemper ranjang bayi," kata The Lullaby Trust. (Ant/OL-1)
Tindakan sederhana seperti mencuci tangan adalah prosedur wajib sebelum menyentuh atau menggendong si kecil.
Kemendukbangga/BKKBN menyiapkan sejumlah posko layanan keluarga di berbagai titik strategis jalur mudik Lebaran 2026 yang tersebar di 31 provinsi
Penasaran kenapa bayi manusia lahir tidak berdaya sementara anak hewan langsung bisa jalan? Simak alasan evolusi, anatomi panggul, dan batas metabolisme ibu.
Banyak orang tua menganggapnya cara aman agar bayi tetap terhubung dengan orang terkasih yang tinggal jauh.
Grace Bell mencetak sejarah di Inggris dengan melahirkan Hugo melalui transplantasi rahim dari donor yang sudah meninggal.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Profesor dari Indiana University, Gabriel Filippelli, mengungkapkan bahwa terdapat bukti dengan menggunakan sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan penyebaran kuman di rumah.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved