Selasa 17 Mei 2022, 10:15 WIB

Penyebab Kematian Mendadak pada Bayi Mulai Terkuak

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Penyebab Kematian Mendadak pada Bayi Mulai Terkuak

Dok MI
Ilustrasi

 

SEBUAH penelitian baru yang inovatif mungkin telah memecahkan misteri Sindrom Kematian Bayi Mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Dikutip dari Independent, Selasa (17/5), SIDS, yang juga dikenal sebagai cot death merupakan kematian mendadak, tidak terduga, dan tidak dapat dijelaskan dari bayi yang tampaknya sehat, biasanya terjadi pada enam bulan pertama kehidupan mereka.

Kondisi itu umumnya terjadi ketika anak sedang tidur, dengan banyak komunitas medis percaya fenomena tersebut terjadi karena cacat di otak yang mengontrol peningkatan aktivitas tidur dan pernapasan.

Baca juga: Sambut Jabang Bayi, Ibu Harus Persiapkan Perlengkapan sejak Dini

Menurut Mayo Clinic, konsensus di antara para profesional medis adalah bahwa jika seorang anak berhenti bernapas saat tidur, cacat tersebut akan mencegah bayi terkejut atau bangun.

Para peneliti sekarang percaya mereka telah mengonfirmasi teori itu dengan menganalisa sampel darah dari bayi baru lahir yang meninggal karena SIDS dan penyebab lain yang tidak diketahui dan membandingkannya dengan darah yang diambil dari bayi yang sehat.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan oleh jurnal eBioMedicine Lancet, mereka menemukan aktivitas enzim yang disebut Butyrylcholinesterase (BChE) secara signifikan lebih rendah pada bayi yang meninggal karena SIDS, dibandingkan dengan bayi yang masih hidup dan mereka yang meninggal karena penyebab non-SIDS.

BChE memiliki peran utama dalam jalur otak, menjelaskan mengapa SIDS biasanya terjadi selama tidur. Oleh karena itu, tingkat enzim yang rendah dipahami mengurangi kemampuan anak untuk bangun, menciptakan kerentanan terhadap SIDS.

Secara historis, orangtua disarankan membaringkan bayi mereka untuk tidur, menjauhkan mainan dan selimut dari boks bayi dan tidak membiarkan mereka kepanasan dalam upaya mencegah SIDS.

Terlepas dari tindakan pencegahan seperti itu, banyak anak masih meninggal, meninggalkan orangtua dengan rasa bersalah yang besar dan bertanya-tanya apakah mereka dapat mencegah kematian anak mereka.

Carmel Harrington, yang memimpin penelitian, kehilangan anaknya sendiri karena SIDS, 29 tahun yang lalu.

"Keluarga-keluarga ini sekarang dapat hidup dengan pengetahuan bahwa ini bukan kesalahan mereka," ujar Carmel.

Dalam studi tersebut, para peneliti menulis, "Temuan ini mewakili kemungkinan mengidentifikasi bayi yang berisiko mengalami SIDS sebelum kematian dan membuka jalan baru untuk penelitian di masa depan dalam intervensi spesifik."

Para peneliti, saat ini, berharap dapat membuat tes skrining untuk mengidentifikasi bayi yang berisiko SIDS dalam upaya mencegah kematian lebih lanjut di masa depan.

Menurut NHS, sekitar 200 bayi meninggal tiba-tiba dan tidak terduga setiap tahun akibat SIDS.

The Lullaby Trust, yang memberikan dukungan spesialis untuk keluarga yang ditinggalkan bayi karena SIDS dan mempromosikan saran ahli tentang tidur bayi yang lebih aman, mengatakan, saat ini, penelitian sedang berlangsung dan nasihat terbaik untuk semua keluarga dengan bayinya adalah mengikuti saran tidur yang lebih aman untuk mengurangi risiko terjadinya SIDS.

"Ini termasuk selalu menidurkan bayi terlentang di tempat tidur yang bersih di atas kasur yang datar, kokoh, dan tahan air tanpa tempat tidur tambahan, bantal, atau bemper ranjang bayi," kata The Lullaby Trust. (Ant/OL-1)

Baca Juga

DOK Kemenkominfo.

Kemenkominfo Targetkan 5,5 Juta Masyarakat Peroleh Literasi Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:29 WIB
Mengutip survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APGI) pada 2022, lebih dari 210 juta penduduk Indonesia atau 77,02% dari total...
Antara

Update 29 Juni: 64 Ribu Orang Terima Vaksin Dosis Kedua

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Rabu 29 Juni 2022, 22:47 WIB
Total sebanyak 14.554.522 lansia telah menerima vaksin dosis lengkap per Rabu...
ANTARA

Pemerintah Evaluasi Rutin Perkembangan Wabah PMK

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 22:35 WIB
Saat ini penyakit PMK selain menjangkiti hewan sapi, juga sudah menjangkiti kerbau, kambing, domba, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya