Rabu 11 Mei 2022, 20:59 WIB

Wapres: Angka Prevalensi Stunting Tahun Ini Harus Turun 3%

Emir Chairullah | Humaniora
Wapres: Angka Prevalensi Stunting Tahun Ini Harus Turun 3%

MI/Emir Chairullah
Wapres ma'ruif Amin memberikan keterangan terkait target penurunan prevalensi stunting

 

PEMERINTAH terus berupaya mewujudkan target penurunan angka prevalensi stunting di tanah air hingga 14% pada 2024. Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta agar prevalensi stunting tahun ini harus diturunkan minimal 3% dari angka saat ini yang masih mencapai 24,4%

"Prevalensi stunting pada 2022 harus turun setidaknya 3% melalui konvergensi (program) intervensi spesifik dan sensitif yang tepat sasaran, serta didukung data sasaran yang lebih baik dan terintegrasi, pembentukan TPPS dan (penguatan) tingkat implementasinya hingga di tingkat rumah tangga melalui Posyandu," kata Ma'ruf saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat di Istana Wapres, Rabu. 

Ma’ruf mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%, atau menurun 6,4% dari angka 30,8% pada 2018.

"Pemerintah mempunyai target untuk menurunkan prevalensi hingga 14% pada tahun 2024. Itu artinya, kita harus menurunkan prevalensi sebesar 10,4% dalam 2,5 tahun ke depan, yang tentu saja ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mencapainya," tuturnya.

Untuk itu, Ma’ruf berharap setiap Kementerian/Lembaga (K/L) dapat menyusun rencana pencapaian setiap target antara yang menjadi tanggung jawabnya dan memastikan kecukupan dana, sarana, serta kapasitas implementasinya. 

"Pelaksanaan program harus dipantau, dievaluasi dan dilaporkan secara terpadu dan berkala. Sehingga dapat diketahui perkembangan, capaian, dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, yang kemudian kita bisa mengambil langkah berikutnya untuk memastikan target prevalensi 14% pada tahun 2024 bisa dicapai," pintanya.

Baca juga : Daerah PPKM Level 1-3 Kini Bisa Gelar PTM 100%, Begini Aturan Lengkapnya

Lebih jauh, Wapres menekankan bahwa Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai ketua tim pelaksana penanganan stunting perlu didukung seluruh K/L terkait sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. 

"Selain itu, perlu dipastikan agar Rencana Aksi Nasional Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) digunakan sebagai pedoman untuk percepatan penurunan stunting di tingkat lapangan," tegasnya.

Adapun terkait alokasi anggaran penurunan stunting di TA 2022 baik melalui APBN, APBD maupun APBDesa, Wapres meminta agar juga disinergikan. 

"Kebutuhan anggaran penurunan stunting perlu dihitung lagi, dikalkulasi lagi, (dan) dikonsolidasikan agar lebih efektif dan efisien," tegasnya.

Terakhir, Wapres mengarahkan agar penanganan stunting difokuskan pada daerah-daerah dengan angka prevalensi tinggi dan daerah yang mempunyai jumlah anak stunting tinggi melalui intervensi yang lebih intensif, pendanaan yang terkonsolidasi dan terpadu, sehingga lebih efektif dan efisien.

"Selain Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat yang mempunyai prevalensi tinggi, perlu juga diperhatikan daerah yang punya jumlah anak stunting yang banyak, seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten dan Sumatera Utara. Daerah-daerah ini yang perlu mendapat perhatian," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

Dok. Kemenko PMK

Menko PMK Klaim Pelaksanaan Mudik Lebaran Tahun Ini Sukses

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:05 WIB
Muhadjir mengatakan, bukti sukses pelaksanaan mudik 2022 adalah angka kecelakaan telah menurun dibandingkan mudik tahun...
Freepik.com

Hepatitis Akut Merebak, Orangtua Diminta Bawa Anaknya ke Rumah Sakit Jika Alami Gejala

👤Selamat Saragih 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:59 WIB
Anak yang diperiksa kemungkinan akan diminta untuk melakukan kontrol ulang. Saat kontrol ulang, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan...
Frepik.com

Inovasi Deteksi Dini Tingkatkan Cangkupan Skrining Kanker Serviks di Indonesia

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:49 WIB
Meski termasuk jenis kanker yang mematikan, ternyata risikonya dapat dicegah dengan pemeriksaan secara terpersonalisasi sejak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya