Selasa 10 Mei 2022, 06:42 WIB

Meski tidak Ada Lonjakan Kasus Covid-19, PPKM Diperpanjang Selepas Lebaran

Indriyani Astuti | Humaniora
Meski tidak Ada Lonjakan Kasus Covid-19, PPKM Diperpanjang Selepas Lebaran

MI/Andri Widiyanto
Pekerja berjalan di trotoar kawasan jalan Sudirman, Jakarta, Senin (9/5).

 

PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali kembali diperpanjang pascalebaran meski tidak ada lonjakan kasus secara eksponensial.

"Perpanjangan PPKM kali ini kita laksanakan serentak untuk seluruh wilayah di Indonesia. Secara substansi terdapat beberapa penyesuaian," kata Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal lewat pesan elektronik, di Jakarta, Selasa (10/5).

Di antaranya, kata dia, perubahan jumlah daerah di setiap level PPKM, khususnya, menurunnya jumlah daerah di level 1 dan 3, perubahan jam operasional tempat makan yang mulai beroperasi malam hari, serta meniadakan syarat PCR dan antigen untuk beberapa kegiatan di Jawa-Bali.

Baca juga: Presiden Tegaskan PPKM Terus Dilanjutkan Sampai Penanganan Pandemi Berhasil 100 Persen

Dia mengatakan pascalibur Lebaran 2022 terjadi penambahan kasus aktif covid-19, namun masih dalam kondisi pelandaian yang ditandai dengan tidak adanya lonjakan kasus secara eksponensial.

Dalam kondisi tersebut, Menteri Dalam Negeri terus melakukan pencermatan keadaan dan evaluasi PPKM di seluruh Indonesia.

Hal itu tertuang dalam perpanjangan PPKM Jawa-Bali melalui Inmendagri Nomor 24 Tahun 2022 dan Inmendagri Nomor 25 Tahun 2022 untuk perpanjangan PPKM di Luar Jawa Bali berlaku sejak 10- 23 Mei 2022.

Safrizal menjelaskan perpanjangan PPKM Jawa Bali kali ini, jumlah daerah di level 1 menurun yang sebelumnya 29 daerah menjadi 11 daerah, begitu juga dengan jumlah daerah di level 3 menurun dari 2 daerah menjadi 1 daerah. Sebaliknya, jumlah daerah level 2 naik dari 97 daerah menjadi 116 daerah.

Pola yang sama juga terjadi pada perpanjangan PPKM di Luar Jawa Bali. Jumlah daerah di level 1 turun dari 131 daerah menjadi 88 daerah. Daerah level 3 menurun dari 39 daerah menjadi 22 daerah, sedangkan daerah level 2 naik dari 216 daerah menjadi 276 daerah.

"Menurunnya jumlah level 1 di beberapa daerah baik di wilayah Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali menjadi warning bagi kita semua bahwa pandemi ini belum sepenuhnya berakhir, jangan sampai gelombang peningkatan kasus terjadi lagi seperti dua tahun belakangan ini," kata Safrizal.

Safrizal meminta seluruh pemerintah daerah untuk tetap waspada dengan adanya potensi lonjakan kasus covid-19 pasca-Hari Raya Idul Fitri.

"Walaupun kasus masih terpantau stabil, kita sadar betul bahwa inkubasi virus ini dapat mencapai 14 hari. Oleh karenanya, sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, kami minta kepada seluruh pemerintah daerah terus waspada dan tetap berkonsentrasi untuk mengantisipasi segala kemungkinan," ujarnya.

Caranya, kata dia, dengan selalu memperkuat pengetesan, pelacakan dan perawatan dalam pola penanganan pandemi. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara

Tinjau Hotel Jemaah Haji di Madinah, Menag Mengaku Puas

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 22 Mei 2022, 18:32 WIB
Layanan akomodasi jemaah haji Indonesia di Madinah menggunakan sistem full musim dan penyewaan blocking time. Adapun hotel yang disewa...
MI/ Andri Widiyanto

Update 22 Mei: 166,8 Juta Orang Sudah Divaksinasi Lengkap

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 22 Mei 2022, 18:32 WIB
Indonesia menargetkan 208,2 juta penduduk menerima vaksin...
DOK/HUMAS UPI

UPI Bandung Luncurkan BeCool, Solusi Mengatasi Pemanasan Global

👤Naviandri 🕔Minggu 22 Mei 2022, 18:30 WIB
BeCool sebagai solusi dalam mengatasi pemanasan global sebagai dampak dari kepadatan bangunan terurama pada kota-kota besar dan menimbulkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya