Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Kebijakan Publik dan CEO Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat, menilai pemerintah harus lebih responsif terhadap hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya ini.
"Dengan situasi ini pemerintah harus melakukan pemetaan kemungkinan yang akan terjadi, menyiapkan anggaran dengan mereduksi program-program yang belum sepatutnya dijadikan skala prioritas seperti pembangunan IKN, dan lain-lain," kata Achmad, Sabtu (7/5).
"Alihkan anggaran-anggaran itu untuk program-program pencegahan hepatitis akut sehingga tidak menjadi pandemi," tambahnya.
Achmad menyarankan agar pemerintah juga segera bentuk tim untuk melakukan penelitian secara mandiri tidak tergantung pada negara lain. Indonesia kali ini harus bisa lebih berinisiatif untuk bisa menemukan obat yang tepat.
Baca juga: Indonesia Belum Pengalaman Transplantasi Hati untuk Kasus Emergensi
Pemerintah juga harus bergerak cepat mengambil tindakan kongkrit, harus transparan agar masyarakat siap melakukan upaya pencegahan.
Karena kerusakan yang ditimbulkan organ hati yang bisa menyebabkan kegagalan fungsi hati ini bukan hal yang bisa dianggap enteng. Jika terlambat dan mengakibatkan penyebarannya tidak terkendali maka negara ini terancam kehilangan generasi.
"Tak perlu panik tapi waspada. Hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya. Dalam beberapa kasus ditemukan virus SARS-CoV-2 dan/atau adenovirus. Jaga kebersihan, sanitasi, sering cuci tangan, konsumsi pangan aman, jaga prokes," ujar Achmad. (Iam)
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Penguatan pelayanan kesehatan primer, terutama Puskesmas dan Posyandu, harus menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Pada 15 April 2022, WHO menyatakan kejadian ini sebagai (KLB) hepatitis, kejadian ini terus bertambah dengan adanya laporan-laporan dari berbagai negara.
Apa sebenarnya penyebab penyakit hepatitis? Berikut penjelasan penyebab, gejala, dan bagaiamana kita mencegahnya.
Indonesia masuk dalam 20 negara dengan beban penularan Hepatitis yang besar di dunia
Adapun definisi dari kasus probable ialah hepatitis akut namun virusnya bukan termasuk hepatitis A-E dan SGOT atau SGPT > 500 IU/L.
Tema nasional dari Hari Hepatitis Sedunia tahun ini adalah “Mendekatkan Akses Pengobatan Hepatitis karena Hepatitis Tidak dapat Menunggu”,
Gejala Hepatitis sangat penting dipahami oleh orangtua untuk menjaga buah hati agar mengetahui penanganan yang tepat bagi buah hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved