Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Bedah Onkologi Maria Kristina Siswandari menyarankan perempuan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadaro) sebagai bagian dari deteksi kanker payudara, dalam posisi berbaring.
"Meraba payudara dengan syarat posisi harus berbaring. Kalau bisa punggungnya diganjal dengan bantal yang tipis," ujar dokter yang berpraktik di RSPI - Puri Indah itu dalam sebuah webinar kesehatan, dikutip Rabu (4/5).
Merujuk Mayo Clinic, saat berbaring, jaringan payudara menyebar, membuatnya lebih tipis dan lebih mudah untuk dirasakan.
Baca juga: KemenPPPA: Lakukan Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Sadari dan Sadanis
Bila bagian payudara kanan yang akan Anda diperiksa, maka angkat lengan kanan lalu rabalah dengan tangan kiri menggunakan tiga jari yakni telunjuk, tengah, dan manis. Lalu lakukan hal sebaliknya saat pemeriksaan payudara kiri.
"Kita lakukan perabaan. Seluruh bagian payudara harus diraba misalnya dengan gerakan melingkar atau zig zag sehingga seluruh permukaan teraba. Tidak usah ditekan terlalu keras, cukup dengan ringan," saran Kristina.
Selain sembari berbaring, dia juga menyarankan perempuan melakukan Sadari di depan cermin untuk mencari ada tidaknya penonjolan, puting masuk ke dalam, atau lesung di payudara, gambaran payudara seperti kulit jeruk.
"Posisi sambil tangan ke atas, lalu di pinggang. Semua yang teraba benjol mengkhawatirkan sehingga kita perlu pemeriksaan lanjutan," kata dia.
Perempuan berusia di atas 20 tahun disarankan melakukan Sadari sebulan sekali pada hari kedua atau ketiga sesudah menstruasi.
Mereka yang berada dalam rentang usia 20-40 tahun sebaiknya setiap tiga tahun juga memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan ke dokter menjadi satu tahun sekali untuk perempuan berusia di atas 40 tahun.
Kristina mengatakan, bagi mereka yang punya riwayat keluarga kanker payudara, memerlukan pemeriksaan fisik oleh dokter lebih sering dan pemeriksaan mamografi secara periodik sebelum usia 50 tahun.
Sadari diperlukan untuk mengidentifikasi perubahan bentuk payudara atau adanya kelainan dan hasil pemeriksaan perlu dikonfirmasikan dengan pemeriksaan penunjang.
"Orang pertama kali berobat biasanya saat menemukan benjolan. Jangan takut dulu, karena benjolan bisa tumor jinak atau ganas. Kalau jinak tidak akan menyebar dan tidak berbahaya," kata dia.
Kanker payudara di Indonesia menduduki peringkat kedua tertinggi setelah kanker leher rahim dengan sebanyak 23.140 kasus baru setiap tahun.
Menurut Kristina, kebanyakan pasien datang dalam stadium lokal lanjut dan bila begini maka angka harapan hidupnya akan jauh turun.
"Kanker betapa ganasnya, yang kita lakukan bisa deteksi lebih awal maka bisa dilakukan suatu pengobatan, artinya dapat menyembuhkan. Misalnya datangnya terlambat yang bisa kita lakukan adalah paliatif, untuk memperbaiki kualitas hidup," pungkas Kristina. (Ant/OL-1)
Seorang pria paruh baya mengalami pembesaran perut yang tidak wajar selama bertahun-tahun. Awalnya, ia mengira kondisi tersebut hanyalah akibat kenaikan berat badan atau obesitas biasa
Sekitar 30 persen kasus kanker diketahui dapat kambuh dalam lima tahun pertama setelah pasien dinyatakan remisi, terutama jika kontrol kesehatan tidak dilakukan secara rutin.
Karena ginjal terletak di bagian belakang rongga perut, tumor kecil sulit dideteksi tanpa teknologi terkini di bidang kesehatan.
Peneliti Universitas Southampton kembangkan antibodi inovatif yang mampu memicu sel T menyerang kanker lebih agresif. Simak teknologi baru di balik imunoterapi ini.
Profil Kevin Keegan, legenda sepak bola Inggris dan peraih dua Ballon d'Or yang baru saja didiagnosa kanker. Simak perjalanan karier 'King Kev' dari Liverpool hingga Newcastle.
Radioterapi merupakan satu dari tiga pilar utama terapi kanker, berdampingan dengan prosedur pembedahan dan terapi sistemik.
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Studi 11 tahun di tujuh pusat layanan kesehatan New York menunjukkan seperempat kasus kanker payudara terjadi pada perempuan usia 18-49 tahun.
Mahkota Dewa kaya senyawa aktif yang berpotensi melawan sel kanker payudara. Namun, konsumsi tetap harus hati-hati dan tak menggantikan pengobatan medis.
“Dari ibu ke ibu, yang baru saja menderita kanker, saya hanya ingin memeluknya," kata Jessie J
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved