Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BELUM meratanya rasio jumlah murid dengan fasilitas penunjang pendidikan seperti bangunan sekolah dan guru menjadi tantangan tersendiri untuk memajukan mutu pendidikan di Kabupaten Keerom, Papua. Upaya peningkatan mutu pendidikan untuk Kabupaten Keerom membutuhkan perhatian langsung dari pemerintah pusat.
Bupati Kabupaten Keerom Piter Gusbager menjelakan besarnya wilayah Kabupaten Keerom serta infrastruktur jalan yang belum memadai konektivitas antardistrik menjadi salah satu penyebab tidak meratanya sebaran guru di kabupaten tersebut. Selain itu, para guru juga perlu mendapatkan dukungan berupa insentif tambahan agar mau menetap di Tapal Batas Kabupaten Keerom tanpa perlu kembali mengajar di kota besar.
"Jumlah guru dan sekolah yang wilayahnya luas juga jadi tantangan tersendiri dalam bidang pendidikan. Memang situasi guru perlu dapat dukungan yang baik agar guru bisa menetap di wilayah ini. Kita memberikan perhatian langsung kepada guru agar mereka menetap. program insentif penghasilan tambahn bagi tenaga guru di Tapal Batas," kata Piter.
Sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Kabupaten Keerom, Piter menjelaskan pemerintah daerah (Pemda) telah menempatkan tenaga-tenaga pengajar untuk memenuhi kekurangan guru di Keerom. Kurangnya tenaga pengajar di Keeerom berdampak pada sulitnya menjalankan wajib belajar 12 tahun bagi anak-anak di wilayah tersebut.
"Banyak sekali sekolah yang tidak memiliki guru. Itulah sebabnya saya harus turun menyerahkan guru ke sekolah-sekolah. Saya harus ambil sebuah gerakan seperti itu agar guru bisa menjalankan tugas fungsinya melayani masyarakat dan adik-adik kita," ungkapnya.
Baca juga: Infrastruktur Jalan Jadi Hal Krusial untuk Kabupaten Keerom Papua
Untuk meningkatkan mutu para guru, Piter juga menjelaskan pemerintah memberikan pelatihan khusus kepada para guru agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Para guru dilatih untuk bisa menyesuaikan perkembangan jama di era digital.
"Kita kirim tenaga profesional untuk melatih guru sehingga bisa menyesuaikan perkemabngan jaman di era digital," ujarnya.
Selain tantangan di bidang pendidikan, belum meratanya infrastruktur di wilayah Kabupaten Keerom juga menjadi tantangan untuk bidang kesehatan. Banyak masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas-fasiltias kesehatan ketika sakit sehingga memilih untuk melakukan pengobatan dari rumah. Untuk mengatasi masalah tersebut, Piter menjelaskan Pemda telah memberikan 7 ambulans mobil dan 17 motor untuk menjangkau masyarakat yang memerlukan pengobatan di rumah.
"Tenaga nakes ini ahrus kita dukung. Fasilitas prasarana alkes mereka harus memadai. Tahun ini kita adakan 7 ambulans yang disebar ke puskesmas. Motor trail juga 17 kita serahkan untuk jemput bola ke rumah tolong masyarakat," tuturnya.
Kabupaten Keerom merupakan kabupaten terluar di Provinsi Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Meski bersebelahan dengan Ibukota Provinsi Papua yakni Jayapura, ketimpangan pembangunan antara Jayapura dan Kabupaten keerom masih cukup terlihat.
Untuk mengatasi ketimpangan dan mempercepat pertumbuhan infrastruktur, Bupati Keerom Piter Gusbager menempatkan Keerom sebagai kabupaten yang mampu berkarya tanpa batas. Dengan penduduknya yang majemuk dengan latar belakang suku, bahasa, agama yang beragam pembangunan Keerom akan dilakukan menembus batas tanpa melihat suku, agama, dan warna kulit.
"Kerja kita harus menembus batas latar belakang," imbuh Piter.
Piter menjelaskan pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Keerom telah mencapai 600 kilometer. Panjang pembangunan jalan tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan konektivitas 11 distrik yang ada di Keenom. Dari 11 distrik tersebut, 6 distrik berbatasan langsung dengan Papua Nugini yakni Distrik Arso Timur, Distrim Mannem, Distrik Waris, Distrik Yaffi, Distrik Web, Distrik Towe.
"Banyak kampung yang aksesnya masih perlu dibuka. Kampung paling jauh yakni Kampung Milki di Distrik Towe masih harus menggunakan transportasi udara. Sementara masih ada juga distrik yang perlu ditempuh melalui jalur darat. Perlu anggaran yang besar untuk menghubungkan seluruh distrik secara darat," pungkasnya.(OL-5)
Untuk lokasi tepatnya, gempa bumi di Papua itu berada di 3.55LS, 146.27BT atau 612 kilometer Tenggara dari Kabupaten Keerom.
Pentingnya kolaborasi/kemitraan antara pemerintah, industri, dan masyarakat petani dalam mengembangkan perkebunan sawit yang berkelanjutan secara ekonomi sosial dan lingkungan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi dengan magnitudo 7,1 terjadi di Keerom, Papua, Sabtu (7/10).
TUGAS Polri yang Presisi (prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan) salah satunya ialah diwujudkan dalam bentuk kerja sama di bidang pertanian,
LANGKAH Anggota Bidang Pertanian, Peternakan, dan Kemandirian Desa DPP NasDem, H Ayep Zaki, dalam menata kebaikan membangun ekosistem pertanian bukan sekadar wacana.
Di Kabupaten Keerom, keberadaan food estate diharapkan dapat mengembalikan kejayaan ekonomi masyarakat.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
PANGLIMA Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, memastikan proses pemulihan keamanan di 11 bandara perintis di Papua tengah berlangsung intensif.
Pemerintah menutup 11 bandara di Papua setelah penembakan Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation, 11 Februari 2026. Daftar 11 bandara di Papua ditutup
Aksi kekerasan KKB dinilai tidak hanya mengganggu stabilitas keamanan, tetapi juga berdampak langsung pada pembangunan dan kehidupan masyarakat.
Insiden penembakan ini merenggut nyawa pilot dan kopilot, sementara 13 penumpang dilaporkan selamat.
Dampak penembakan ini telah meluas hingga melumpuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved