Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MUDIK lebaran merupakan tradisi yang melekat dalam masyarakat Indonesia. Tahun ini, pemerintah mengizinkan masyarakat untuk mudik lebaran, setelah 2 tahun tidak diizinkan mudik.
Namun demikian, mudik lebaran harus memperhatikan beberapa hal penting agar perjalanan mudik tetap ramah terhadap anak.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto mengatakan, pihaknya ,meminta pemerintah, pemerintah daerah, aparat dan penyedia transportasi memastikan layanan yang handal agar mudik lebaran tahun ini jauh lebih nyaman dan menyenangkan bagi anak dan keluarga.
Di sisi lain, pengelola bandara, stasiun, terminal, Pelabuhan, rest area juga perlu meningkatkan keamanan yang prima agar segala bentuk potensi yang membahayakan anak selama mudik dan arus balik lebaran dapat diantisipasi.
"Pastikan keluarga dan anak tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat sesuai anjuran pemerintah," kata Susanto.
BAca juga : H-5 Lebaran, 8.391 Kendaraan Asal Pulau Jawa Lintasi Tol Trans Sumatera
Susanto juga mengimbau pemudik yang membawa anak untuk menghindari mudik dengan kendaraan roda dua karena risiko tinggi bagi keselamatan anak. Di sisi lain, kondisi kendaraan pribadi yang akan digunakan mudik pun perlu diperhatikan agar dalam kondisi prima.
"Persiapkan kebutuhan perjalanan secara baik seperti makanan, minuman, obat-obatan dan vitamin secukupnya. Orangtua jugadapat membawa mainan atau media edukatif secukupnya dan disukai anak, agar anak nyaman selama perjalanan," imbuhnya.
Untuk menjaga kesehatan anak, Susanto mengingatkan orang tua untuk menghindari tempat yang berkerumun dan berdesak-desakan. Ia juga meminta orang tua selalu memantau anaknya, karena banyak kasus di tahun sebelumnya mengenai anak yang terpisah dengan orang tua di perjalanan.
"Pastikan bagi pemudik beristirahat secukupnya ditempat-tempat yang telah disediakan. Jangan paksakan ketika badan dalam kondisi Lelah. Hal ini untukmengantisipasi kecelakaan dalam perjalanan. Pastikan menjaga kesehatan anak secara baik selama perjalanan, hindarkan anak membeli dan memakan jajanan yang beresiko bagi kesehatan. Jika telah sampai tujuan mudik, dan bersilaturahmi dengan keluarga besar serta masyarakat di lokasi tujuan, pastikan anak dibiasakan tetap mematuhi protokol kesehatan," pungkas Susanto. (RO/OL-7)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Puncak arus mudik lebaran 2026 diprediksi terjadi dua kali. Mengantisipasi lonjakan masyarakat, Polda Jateng mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan
persiapan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M, di tengah proyeksi 143,9 juta pergerakan masyarakat selama periode libur mudik lebaran 2026.
Memfasilitasi perjalanan pulang kampung tanpa biaya transportasi yang tinggi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar program Mudik Gratis Pemprov DKI 2026.
Kebiasaan melepas aki yang dulunya dianggap ampuh mencegah aki soak atau korsleting, justru berisiko menimbulkan masalah baru pada mobil modern.
Jika sebelumnya banyak masyarakat yang baru memesan tiket satu minggu sebelum keberangkatan, tahun ini tren pemesanan justru melonjak sejak dini.
Salah satu risiko yang paling sering diabaikan saat meninggalkan kendaraan untuk mudik adalah penurunan daya aki atau aki soak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved