Selasa 26 April 2022, 16:52 WIB

Wapres: Mudik Lebih Awal Cegah Potensi Kemacetan

Kautsar Widya Prabowo | Humaniora
Wapres: Mudik Lebih Awal Cegah Potensi Kemacetan

Antara
Jalur di Lembang, Jabar

 

WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menghimbau pemudik agar memajukan jadwal keberangkatan. Hal ini untuk mencegah terjadinya potensi penumpakan pemudik pada 28 hingga 30 April 2022.

"(Kalau) berbarengan sehingga nanti bertumpuk nanti di jalan nanti bisa dua hari, tiga hari sampai ke daerah di Jawa Tengah," ujar Ma'ruf di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (26/4)

Ma'ruf memprediksi sebanyak 70-80 juta masyarakat akan pulang kampung. Oleh karenanya keberangkatan yang lebih awal juga dapat diterapkan saat hendak pulang ke daerah perantauan.

"Pulang diharapkan seperti itu (berangsur-angsur) sehingga pulangnya lancar," terangnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf menekankan agar pemudik dapat menjaga protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Pastikan tidak menjadi pembawa virus covid-19 kepada sanak saudara.

"Jangan membawa covid dari Jakarta ke daerah, atau dari pusat-pusat ke daerah. Dan sebaliknya jangan bawa dari daerah ke pusat. Nah ini yang harus dijaga," pintanya.

Sebelumya, Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk tidak berangkat ke kampung halaman pada puncak arus mudik. Yaitu, pada 28, 29 dan 30 April 2022. Sebagian masyarakat diharapkan memulai perjalanan lebih awal sebelum tanggal tersebut.

"Saya mengajak masyarakat untuk mudik lebih awal, tentu saja menyesuaikan jadwal libur di tempat bekerja," ujar Jokowi. (OL-8)

Baca Juga

Antara

50 Ribu Orang Divaksinasi Dosis Kedua pada 4 Juli

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Senin 04 Juli 2022, 23:25 WIB
Total 169.168.497 orang telah menerima vaksin lengkap per Senin...
Antara

Regulasi Tidak Siap, Penerapan Kelas Standar BPJS Kesehatan Rawan Digugat

👤Dinda Shabrina 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:45 WIB
 Kementerian Kesehatan untuk jangan terburu-buru menerapkan 12 kriteria dalam kebijakan Kelas Standar BPJS Kesehatan sebab rawan...
MI

Kemenkes : Ganja Medis Hanya untuk Riset, Tidak Perlu Revisi UU

👤 M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:30 WIB
Regulasi pemanfaatan tanaman ganja medis hanya untuk riset dan bukan untuk konsumsi masyarakat. Karena itu, tidak perlu mengubah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya