Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Tips Meninggalkan Kendaraan saat Mudik Lebaran: Pakar ITB Ingatkan Risiko soal Aki dan Ban

Putri Rosmalia Octaviyani
25/2/2026 22:56
Tips Meninggalkan Kendaraan saat Mudik Lebaran: Pakar ITB Ingatkan Risiko soal Aki dan Ban
Ilustrasi area parkir kendaraan.(Dok. Freepik)

MENINGGALKAN kendaraan di rumah saat melakukan perjalanan mudik lebaran ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan para pemilik mobil dan sepeda motor untuk melakukan persiapan teknis guna menghindari kerusakan kendaraan yang merugikan.

Menurut Yannes, memarkir kendaraan dalam durasi lama tanpa persiapan matang dapat memicu berbagai masalah, mulai dari sistem kelistrikan hingga kerusakan fisik pada ban.

Ini tips meninggalkan kendaraan saat mudik lebaran 2026:

1. Ancaman Aki Soak Akibat Arus Statis

Salah satu kendala paling umum saat kendaraan ditinggal lama adalah mesin yang gagal menyala (aki soak). Yannes menjelaskan bahwa meski mesin mati, komponen elektronik seperti alarm, Electronic Control Unit (ECU), dan sistem keyless tetap mengonsumsi arus listrik dalam skala kecil.

Jika kondisi kesehatan aki sudah menurun sebelum ditinggalkan, besar kemungkinan daya akan terkuras habis saat pemilik kembali dari kampung halaman.

2. Bahaya Kondensasi di Tangki Bahan Bakar

Yannes juga menyoroti risiko pada sistem pembakaran. Tangki bahan bakar yang dibiarkan kosong atau minim isi dapat memicu kondensasi atau pengembunan.

Ruang udara yang luas di dalam tangki memungkinkan uap air terbentuk dan mengendap. Tetesan air ini tidak hanya mencemari kualitas bahan bakar, tetapi juga berisiko menyebabkan korosi atau karat pada dinding tangki dan saluran bahan bakar. Pakar ITB ini menyarankan agar tangki terisi minimal tiga perempat bagian sebelum kendaraan ditinggalkan.

3. Fenomena Flat Spot pada Ban

Risiko yang sering diabaikan adalah perubahan bentuk ban atau dikenal dengan istilah flat spot. Hal ini terjadi karena tekanan beban kendaraan yang bertumpu pada satu titik ban dalam waktu lama, terutama jika tekanan angin tidak sesuai.

Untuk mencegahnya, pastikan tekanan ban mengikuti rekomendasi pabrikan dan kendaraan diparkir di permukaan yang rata dan stabil.

4. Kebersihan Kabin dan Ancaman Hama

Selain faktor mesin, kebersihan interior menjadi kunci. Sisa makanan atau benda organik yang tertinggal di dalam kabin dapat mengundang tikus untuk masuk dan merusak instalasi kabel (wiring). Selain itu, kelembapan yang tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur pada jok dan plafon.

Yannes menyarankan pemilik untuk mencuci bersih bodi dan kolong kendaraan serta memastikannya benar-benar kering sebelum disimpan di dalam garasi.

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Meninggalkan Kendaraan:

  • Isi BBM minimal 3/4 tangki untuk cegah karat.
  • Pastikan tekanan angin ban sesuai standar (tambah 2-3 PSI jika perlu).
  • Bersihkan kabin dari sisa makanan dan sampah.
  • Cuci kendaraan hingga kolong untuk cegah korosi.
  • Gunakan kunci ganda atau pengaman tambahan.

Langkah Penting saat Kembali dari Mudik Lebaran

Setelah kembali, Yannes mengimbau pemilik untuk tidak langsung memacu kendaraannya. Lakukan pengecekan menyeluruh (pre-trip inspection) meliputi:

  • Pengecekan kebocoran cairan (oli, radiator, rem) di bawah kolong.
  • Pemeriksaan ruang mesin dari kotoran atau sarang binatang.
  • Memastikan fungsi rem dan lampu-lampu bekerja optimal.

"Jangan langsung menyalakan kendaraan lalu berangkat. Sebaiknya kita lakukan pemeriksaan awal dulu supaya kendaraan kita tetap aman," pungkas Yannes. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya