Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Waspada Flat Spot dan Kondensasi! Risiko Fatal jika Kendaraan Ditinggal Mudik Lebaran

Putri Rosmalia Octaviyani
25/2/2026 23:12
Waspada Flat Spot dan Kondensasi! Risiko Fatal jika Kendaraan Ditinggal Mudik Lebaran
Ilustrasi flat spot ban.(Dok. Freepik)

MENINGGALKAN kendaraan di garasi dalam waktu satu hingga dua minggu saat mudik lebaran sekilas terlihat aman. Namun, secara teknis, diamnya kendaraan dalam waktu lama justru memicu kerusakan pada komponen-komponen vital yang jarang disadari pemiliknya.

Dua musuh utama yang sering diabaikan adalah flat spot pada ban dan kondensasi (pengembunan) di dalam tangki bahan bakar. Berikut adalah analisis risiko dan langkah pencegahan yang wajib Anda lakukan.

Mengenal Bahaya Flat Spot pada Ban

Flat spot adalah kondisi di mana tapak ban mengalami perubahan bentuk menjadi datar di satu titik akibat menahan beban kendaraan secara statis dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena tekanan udara ban menurun secara alami, sehingga dinding ban tidak mampu menopang bobot kendaraan secara melingkar sempurna.

Dampaknya, saat mobil kembali digunakan, akan muncul getaran hebat pada setir dan bodi meskipun Anda berkendara di jalanan yang rata. Dalam kasus ekstrem, struktur kawat di dalam ban bisa mengalami deformasi permanen yang berisiko memicu pecah ban saat dipacu dalam kecepatan tinggi.

Risiko Kondensasi: Musuh Tersembunyi di Tangki BBM

Tangki bahan bakar yang tidak terisi penuh sangat rentan terhadap kondensasi, terutama jika suhu di area parkir fluktuatif antara siang dan malam. Ruang kosong di dalam tangki akan terisi udara yang mengandung uap air.

Saat suhu mendingin, uap air tersebut akan mencair dan mengendap di dasar tangki. Karena massa jenis air lebih berat dari bahan bakar, air akan tersedap terlebih dahulu oleh pompa bensin. Akibatnya, mesin bisa tersendat (brebet), sulit dinyalakan, hingga memicu korosi atau karat pada dinding tangki.

Tips Meninggalkan Kendaraan saat Mudik:

  • Naikkan Tekanan Ban: Tambahkan sekitar 3-5 PSI dari tekanan standar untuk menjaga bentuk ban tetap bulat.
  • Isi Bahan Bakar Penuh (Full Tank): Meminimalkan ruang udara di dalam tangki untuk mencegah pengembunan air.
  • Cabut Terminal Aki Negatif: Mencegah aki soak akibat arus bocor (parasitic draw) dari alarm atau komponen elektronik lainnya.
  • Gunakan Ganjal Ban: Hindari penggunaan rem tangan (handbrake) dalam waktu lama karena kampas rem bisa lengket dengan piringan/tromol. Gunakan ganjal kayu atau batu sebagai gantinya.

Langkah Saat Kembali dari Mudik

Jangan langsung memacu kendaraan saat Anda kembali. Lakukan pengecekan visual pada area kolong untuk memastikan tidak ada kebocoran cairan. Panaskan mesin selama 5-10 menit agar oli kembali bersirkulasi ke seluruh komponen sebelum mobil dijalankan.

Jika Anda merasakan getaran tidak wajar pada setir saat mulai berkendara, segera bawa kendaraan ke bengkel spesialis ban untuk dilakukan pemeriksaan balancing atau pengecekan struktur ban secara menyeluruh.

Ingat, persiapan yang matang sebelum mudik tidak hanya berlaku untuk kendaraan yang dipakai jalan, tetapi juga bagi aset berharga yang Anda tinggalkan di rumah. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya