Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

4 Cara Lebih Hemat Hadapi Mudik Lebaran

Abi Rama
24/2/2026 09:31
4 Cara Lebih Hemat Hadapi Mudik Lebaran
Aliyah Natasya, Financial Educator (kanan), Co-Founder & Chief Marketing Officer, tiket.com, Gaery Undarsa (tengah), Director of Transportation, tiket.com, Andi Hendrawan (kiri). (Tiket.com)

MUSIM mudik Lebaran selalu identik dengan lonjakan pengeluaran. Harga transportasi dan akomodasi melonjak, sementara kebutuhan rumah tangga juga bertambah. Tanpa perencanaan matang, biaya perjalanan bisa membengkak jauh dari perkiraan.

Financial Educator, Aliyah Natasya mengingatkan mudik adalah pengeluaran rutin tahunan yang seharusnya bisa direncanakan lebih baik.

“Lebaran itu ada setiap tahun. Harusnya ada improvement. Jangan sampai setiap tahun selalu merasa nombok,” ujarnya dalam diskusi bersama Ticket.com di Jakarta, Senin (23/2).

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memangkas biaya jelang musim mudik.

1. Amankan Tiket Lebih Awal dan Manfaatkan Skema Pembayaran Bertahap

Harga tiket cenderung naik mendekati hari keberangkatan. Data internal dari Tiket.com menunjukkan pemesanan tiket pesawat pada awal 2026 naik 50% dibanding periode sebelumnya. Salah satu strategi yang bisa dipertimbangkan adalah mengunci harga lebih awal, termasuk dengan memanfaatkan opsi pembayaran bertahap seperti fitur Down Payment (DP) 25% yang kini tersedia untuk tiket pesawat di tiket.com.

Co-Founder & Chief Marketing Officer Gaery Undarsa menambahkan, semakin awal tiket dipesan, peluang mendapatkan harga lebih kompetitif semakin besar. “Kalau bisa booking lebih awal, sudah pasti secara garis besar harganya akan lebih baik,” kata Gaery.

Saat ini, beberapa platform juga menyediakan opsi pembayaran bertahap seperti Down Payment (DP) 25% untuk tiket pesawat. Skema ini memungkinkan konsumen mengunci harga lebih awal tanpa harus membayar penuh di awal, sehingga arus kas tetap terjaga.

2. Hindari Pembelian Dadakan

Menurut Aliyah, pengeluaran mendadak hampir selalu lebih mahal. “Yang namanya dadakan itu surprise, dan biasanya lebih mahal,” ujarnya.

Pembelian tiket H-2 atau H-3 Lebaran, misalnya, berisiko mendapatkan harga tertinggi. Selain tiket, biaya tambahan seperti bagasi, transportasi bandara, hingga akomodasi juga bisa melonjak jika dipesan terlalu dekat dengan hari keberangkatan.

3.  Manfaatkan Promo Secara Strategis, Bukan Impulsif

Promo memang bisa membantu menekan biaya, namun tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Menjelang Ramadan dan Lebaran, berbagai platform perjalanan biasanya menawarkan potongan harga, termasuk promo Tiket Hari Raya (THR) dengan diskon hingga 50% dan cashback hingga Rp700.000.

Namun Aliyah mengingatkan pentingnya melakukan cost-benefit analysis sebelum membeli. “Justru dengan merencanakan, kita bisa punya ruang yang lebih besar untuk fleksibel,” katanya.

4. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Mudik sering kali dibarengi agenda tambahan seperti liburan atau staycation. Tidak ada yang salah dengan itu, selama tetap sesuai kemampuan finansial. “Makna bijak itu tahu posisi keuangan kita ada di mana,” ujar Aliyah.

Menentukan prioritas sejak awal dapat membantu mencegah pembengkakan anggaran yang tidak perlu. Dengan perencanaan yang matang, fleksibilitas pembayaran, serta pengaturan waktu yang tepat, biaya mudik dapat ditekan tanpa mengurangi makna silaturahmi.

Karena pada akhirnya, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, melainkan momentum tahunan yang seharusnya membawa kebahagiaan, bukan beban finansial. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya