Senin 11 April 2022, 22:39 WIB

Cara Belajar Matematika Menyenangkan, Ilmu Penting bagi Kehidupan

mediaindonesia.com | Humaniora
Cara Belajar Matematika Menyenangkan, Ilmu Penting bagi Kehidupan

Ist
Matematika sangatlah penting, dan tidak hanya berkutat dalam hitung-hitungan saja.

 

MATEMATIK tak hanya penting untuk pelajaran sekolah. Lebih dari itu, matematika ada dalam keseharian kita, bahkan disebut sebagai pengantar untuk memahami filsafat kehidupan.

Bagaimana peranan aplikasi belajar untuk menggugah minat anak belajar matematika?

Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 menunjukkan hal yang cukup mengkhawatirkan.

Berdasarkan program yang digagas the Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) tersebut, tampak bahwa kemampuan matematika, sains, dan membaca pada anak Indonesia berada di peringkat rendah.

Untuk matematika, Indonesia berada di peringkat 75 dari 81 negara dunia, dengan skor 379. Sangat jauh dibandingkan negara ASEAN lain seperti Singapura yang menduduki peringkat 2, dengan skor 569.

Program for International Student Assessment (PISA) juga menemukan bahwa hanya 29% siswa Indonesia yang mencapai setidaknya level 2 untuk matematika.

Sebagai informasi, PISA membagi kemampuan siswa menjadi 6 level, dimulai dari level 1 yang paling rendah, hingga level 6 yang paling tinggi.

Baca juga: Bupati Manggarai Barat: Untar Hadir Memberi Solusi

Kemampuan siswa Indonesia yang mencapai level 2 tadi, sangat rendah dibandingkan rerata OECD yang mencapai 76%. Untuk siswa Indonesia yang mendapat level 5 atau lebih, angkanya bahkan lebih rendah lagi: hanya sekitar 1% saja.

Namun demikian, temuan PISA jangan membuat kita berkecil hati. “Kita harus melihat kemampuan matematika secara komprehensif," ungkap Rektor Universitas Tarumanegara Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, I.P.M.

"Pada anak-anak Indonesia yang kuliah di luar negeri, kemampuan matematika mereka justru lebih unggul karena pembelajaran kita jauh lebih mendalam dan luas. Sedangkan di luar negeri, fokus pada suatu bidang saja,”  kata Prof. Purna.

Prof. Purna melanjutkan, ketika menilai kemampuan matematika anak juga perlu melihat bagaimana proses pembelajarannya di sekolah, dari TK hingga SMA bahkan perguruan tinggi.

“Proses pembelajaran akan membentuk kemampuan matematika anak,” ujarnya. Secara umum ia menilai, matematika yang dipelajari di Indonesia sudah baik. 

"Proses pembelajaran akan membentuk kemampuan matematika anak. Jadi harus dipastikan anak paham benar konsepnya mulai dari dasar, sebelum diajarkan konsep-konsep yang lebih rumit. “Kalau pemahaman konsep dibangun bertahap sesuai levelnya, tidak akan serumit itu,” imbuh Prof. Purna.

Pentingnya matematika bagi kehidupan

Ilmu matematika sangat luas, dan banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, ada keberlanjutan dalam aplikasi matematika.

“Ada yang menggunakan matematika secara langsung, seperti jurusan teknik, teknologi, komputer, dan lain-lain. Namun jangan lupa ada juga yang tidak langsung. Di bidang sosial, matematika diperlukan untuk membuat statistik, analisis kuantitatif, hingga urusan bisnis seperti saham, bunga, dan produksi,” papar Prof. Purna.

Pentingnya matematika bagi kehidupan juga disampaikan Kurnia Widhiatuti atau akrab disapa Bunda Kurnia.

Trainer Parenting Nasional ini menyebut, ahli matematika zaman lampau Al-Kindi bahkan mengatakan bahwa matematika adalah mukadimah (pengantar) bagi kita untuk memahami filsafat kehidupan.

Menurut Bunda Kurnia, matematika sangatlah penting, dan tidak hanya berkutat dalam hitung-hitungan saja. “Yang menarik, matematika mengaktivasi otak kiri dan kanan secara seimbang,” terangnya. 

Selama ini kita berpikir bahwa matematika hanya ada di otak kiri yang membutuhkan pertimbangan logis.

“Padahal sebetulnya, otak kanan yang bersifat imajinatif dan kreatif, juga membutuhkan pertimbangan logis matematis," jelasnua.

"Dengan kemampuan matematika, otak kanan yang hampir abstrak, dan kadang sulit dikendalikan, bisa diimbangi dan lebih terukur. Seseorang akan bisa mengurutkan, mana ide-ide yang sebaiknya direalisasikan, dan mana yang belum saatnya,” papar Bunda Kurnia.

Ia melanjutkan, matematika tidak bisa dilepaskan dari kehidupan.

“Segala yang kita lihat, sentuh, dan bicarakan, tanpa sadar adalah matematika. Bentuk laptop (persegi); sudut-sudut di tempat tidur; hingga takaran bumbu dan garam saat memasak, semua itu matematika,” ujarnya.

Matematika bahkan bisa membuat kita memiliki persepsi baru terhadap suatu persoalan.

Bunda Kurnia memberi contoh, saat kecil sang ayah memberinya atlas dunia. Melihat gambar 5 benua di atlas, Bunda Kurnia kecil saat itu berpikir, Indonesia ternyata kecil sekali.

“Dengan skala, jarak dari Jawa ke Sumatra tampak dekat. Dengan menganggap bidang yang begitu luas itu menjadi kecil, saya berpikir bahwa memungkinkan untuk singgah ke semua tempat, dengan cara yang mudah. Hingga bisa mewujudkan mimpi, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hanya dengan belajar skala dari atlas,” tuturnya. 

Ia menyayangkan, orang tua kadang tidak sadar bahwa matematika memiliki efek terhadap perspektif masa depan.

“Dianggap bahwa matematika hanya menghitung angka, dan berpikir bahwa anaknya memang tidak pintar matematika. Tidak diupayakan untuk memahami,” imbuh Bunda Kurnia.

Cara Menyenangkan Belajar Matematika

Tak bisa dipungkiri, ada kesan menakutkan terhadap matematika.

“Yang membuat anak takut adalah doktrin. Ketika orang tua bilang bahwa matematika itu sulit, anak langsung menganggap matematika sebagai momok. Ubah dulu persepsi; matematika itu mudah dan menyenangkan,” ujar Bunda Kurnia.

Ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kesan sulit dan rumit saat belajar matematika.

Pertama, matematika dipelajari sesuai kegunaannya. “Bila ditunjukkan kegunaannya, anak pasti tertarik. Misalnya untuk jual beli. Jadi anak paham, seperti apa aplikasinya di masyarakat,” jelas Prof. Purna.

Kedua, mulai dari level yang mudah/sederhana, baru naik ke derajat yang lebih tinggi. Hal ini juga akan melatih kita membuat skala prioritas dari tiap persoalan.

Ketiga, membangun pemahaman anak terhadap suatu persoalan. Pengajaran matematika yang hanya mengedepankan hafalan tanpa membuat anak memahami konsepnya, membuat matematika terkesan sulit. Pembelajaran matematika perlu mengambil bentuk yang logis dan nyata.

“Misalnya ketika belajar trigonometri. Sin, cos, tan itu posisi atau koordinat. Ceritakan dulu masalah koordinat. Kalau sudah paham, baru masuk ke hitungan,” imbuhnya.

Memanfaatkan Aplikasi Belajar

Baik Prof. Purna maupun Bunda Kurnia setuju, aplikasi belajar seperti CoLearn (https://colearn.id/tanya) bisa sangat membantu anak dalam belajar matematika.

“Dulu, guru mengajar dengan menulis di papan tulis. Murid harus mengandalkan ingatan yang kuat dan buku catatan. Sedangkan sekarang, melalui daring," jelasnnya.

"Pelajaran matematika dipermudah karena banyak ilustrasi, skema, video, dan tampilan-tampilan menarik, yang bisa membawa kemampuan matematika yang lebih baik,” tutur Prof. Purna.

Para pengajar dalam aplikasi belajar juga lebih interaktif, dan menyampaikan materi dengan cara yang menarik. Ini membuat anak-anak lebih tertarik, dan tidak merasa ketakutan. 

“Ketiga, pembelajaran bisa diulang-ulang. Anak yang belum paham bisa mengulang materi. Anak yang sudah paham dan ingin pengetahuan lebih, bisa mempelajari materi yang lain yang karena sudah tersedia. Anak pun bisa belajar dari mana saja,” jelas Prof. Purna.

Karena pembelajaran bisa diulang-ulang dengan aplikasi, penggunaan aplikasi belajar bisa menjadi pelengkap pembelajaran formal di sekolah. Maka ketika anak merasa penjelasan oleh guru dari sekolah masih kurang jelas, pembelajaran bisa diulang atau diperjelas lagi lewat aplikasi belajar. (RO/OL-09)

 

Baca Juga

Ist

Dukung Industri Fesyen Tanah Air, Oppo Bazaar Fashion Festival Digelar

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 11:03 WIB
Peragaan busana ini pun menggandeng beberapa tokoh ternama seperti Adrian Gan & Sonderlab, Tangan & Anton Ismael, serta Lulu...
ANTARA /Nyoman Hendra Wibowo

BMKG Dukung Petani dan Nelayan Antisipasi Cuaca Ekstrem

👤 Atalya Puspa 🕔Senin 08 Agustus 2022, 10:45 WIB
Salah satu upaya yang dilakukan BMKG adalah dengan membuat sekolah lapang sebagai platform yang didesain untuk memfasilitasi literasi...
ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Presien Minta BMKG Identifikasi Ancaman dan Dampak Perubahan Iklim secara Menyeluruh

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 08 Agustus 2022, 10:45 WIB
Presiden Joko Widodo memerintahkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengidentifikasi risiko perubahan iklim dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya