Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN penyanyi Aurel Hernansyah dan Youtuber Atta Halilintar, sepasang selebritas muda papan atas Indonesia, telah memutuskan untuk menyimpan tali pusat atau tali pusar bayinya di bank stem cell atau sel punca bukan di luar negeri namun di Indonesia.
Salah satu bank stem cell yang dipilih pasangan muda tersebut adalah Celltech Bank Stemcell Vinski Tower yang memiliki reputasi internasional.
"Pilihan Aurel dan Atta menyimpan tali pusatnya di Celltech Bank Stemcell Vinski Tower perlu diapresiasi," ujar Aci Pada, Corporate Communication Director Vinski Tower dalam keterangan pers, Rabu (2/3).
Pasangan selebritas ini meyakin bahwa teknologi sel punca di Indonesia sudah tidak kalah dengan luar negeri. Keputusan untuk menyimpan tali pusatnya di dalam negeri berarti telah turut mendukung perkembangan dunia kedokteran khusus sel punca di Tanah Air.
Bahkan akibat banyak orang Indonesia yang berobat ke luar negeri, sekitar Rp 158 triliun devisa negara terbang ke luar negeri. Pernyataan tersebut pernah disampaikan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan.
"Menyimpan tali pusat bayi adalah kesempatan sekali seumur hidup yaitu saat melahirkan atau saat operasi Caesar," pungkas Aci.
dr. Wachyudi Muchsin, SH, M.Kes, Marcom, dari Celltech Stemcell Center, menambahkan konsep medical tourism merupakan kosep yang ditawarkan Celltech Stem Cell Center.
"Nantinya untuk terapi stem cell, masyarakat Indonesia tidak perlu pergi ke luar negeri atau menyimpan tali darah pusar di bank cell di Indonesia," kata dr.Wahchydin
Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, Presiden World Council of Preventive Medicine (WOCPM) dan Founder Laboratorium Celltech Stemcell Center Vinski Tower Indonesia dikenal sebagai anak bangsa menghadirkan terobosan pelayanan stem cell bertaraf internasional pertama di Asia tenggara.
Izin operasional laboratorium pengolahan sel punca untuk aplikasi klinis yang diselenggarakan Celltech Stemcell laboratorium dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK 02.02/I/1666/2020 yakni Celltech Stem Cell Laboratory (CSC) yang berlokasi Vinski Tower di Jl. Ciputat Raya No. 22A Pondok Pinang, Jakarta selatan.
Prof. Deby Vinski yang juga Direktur Master of Anti Aging International University of Barcelona ini menegaskan bahwa pada era society 5.0 tak ada lagi batasan waktu informasi teknologi terbaru di dunia
"Kelak tali pusat dapat diolah Laboratorium Celltech Vinski Tower untuk menjadi stem cell yang sangat bermanfaat untuk berbagai penyakit seperti autis, stroke, diabetes, leukemia, penyakit autoimune, demensia, alzheimer, parkinson, osteoporosis, menopause, andropause untuk vitality dan masih banyak lagi," beber dr.Wachyudi.
Komite Sel Punca Nasional Indonesia dr. Marhaen Hardjo. M.Biomed, Ph.D ikut memberi apresiasi Aurel dan Atta semoga banyak selebritas, pengusaha, dan pejabat negara Indonesia untuk mendukung upaya Presiden Jokowi dalam mengembangkan medical tourism di Indonesia.
Apalagi kelangan dokter dan ilmuwan Indonesia telah mengembangkan quantum stem cell di Vinski Tower yang diklaim hanya ada dua di kawasan Asia dan Amerika Serikat.
Gatra Award telah dianugerahkan kepada Prof. dr. Deby Vinski berkat teknologi quantum stem cell yang patennya telah memiliki hak patennya. mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Manfaat tali pusat
Pemilik Celltech Bank Stem Cell Vinski Tower, Prof. dr. Deby Vinski, mengatakan dirinyasudah berkomunikasi dengan Atta dan Aurel mengenai proses penyimpanan tali pusar bayinya dan menjelaskan manfaatnya.
"Iya sempat untuk chat WhatsApp sama Aurel. Pastinya Aurel juga paham, terutama manfaatnya," ucap Prof.Deby.
"Saya menganggap generasi muda ini, Atta sama Aurel, sudah memberikan contoh, bahwa mereka menyimpannya di bank stem cell ini," jelasnya.
Deby juga mengatakan bahwa Aurel dan Atta sebelumnya sudah memiliki kesadaran atas banyaknya manfaat dari penyimpanan tali pusat bayi mereka.
"Manfaatnya banyak sekali. Bisa menyembuhkan penyakit kronis, penyakit kanker, leukimia, autis, diabetes, stroke, autoimun. Itu sudah banyak sekali penelitian," jelas Deby. (RO/OL-09)
PRESIDEN World Council of Stem Cell (WOCS) Deby Vinski mengusulkan agar pemerintah memanfaatkan fasilitas bank tali pusat celltech yang dinilai telah maju dan memenuhi standar internasional.
Ilmuwan Tiongkok menemukan cara mengubah stem cell atau sel punca manusia menjadi sel otak penghasil dopamin.
DUNIA kesehatan baik estetik, kebugaran, maupun bedah plastik semakin berkembang.
RS Atma Jaya merupakan rumah sakit akademik swasta pertama di Jakarta Utara yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dari Kemenkes untuk menyelenggarakan layanan terapi sel.
TERAPAN stem cell therapy diklaim mampu mengobati penyakit yang sulit diobati dengan obat-obatan konvensional. Ada sejumlah terapi stem cell yang berkembang.
Penelitian baru menemukan bukti kuat bahwa otak manusia dewasa masih bisa menumbuhkan sel saraf baru di hipokampus.
Program ini memungkinkan para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman klinis melalui kegiatan kepaniteraan atau observership di berbagai rumah sakit luar negeri.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan, pemerintah bakal merealisasikan pembukaan kampus-kampus kedokteran di berbagai daerah sebagai langkah konkret menjawab kebutuhan nasional.
Kemdiktisaintek mendukung upaya Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) dalam memperbaiki tata kelola dan sistem perguruan tinggi di bidang pendidikan kedokteran.
Magnetic Resonance Imaging (MRI) sudah lama menjadi standar emas di dunia medis modern.
DERETAN kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dokter di berbagai wilayah telah memicu kemarahan publik karena tercela dan mencoreng profesi kedokteran.
DUNIA kedokteran regeneratif berkembang sangat pesat. Hal terutama dalam inovasi terapi sel punca dan teknologi kedokteran masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved