Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Prabowo Bidik 24 Universitas Top Inggris, Siapkan Kerja Sama Kedokteran & STEM

 Gana Buana
21/1/2026 15:54
Prabowo Bidik 24 Universitas Top Inggris, Siapkan Kerja Sama Kedokteran & STEM
Presiden Prabowo menjajaki kerja sama STEM dan kedokteran dengan 24 universitas terkemuka Inggris.(Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

PRESIDN Republik Indonesia Prabowo Subianto membuka peluang penguatan kerja sama pendidikan di bidang kedokteran serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan 24 universitas papan atas di Inggris Raya. Upaya tersebut disampaikan Presiden di hadapan 30 profesor yang merupakan pimpinan perguruan tinggi ternama Inggris.

Inisiatif itu dikemukakan dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang berlangsung di London, Selasa (20/1). Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan keseriusan pemerintah dalam menyiapkan masa depan generasi muda Indonesia melalui kerja sama pendidikan dengan Inggris,” ujar Teddy.

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam itu dihadiri para profesor dari sejumlah universitas unggulan, di antaranya King’s College London, Imperial College London, University of Oxford, University of Cambridge, University of Edinburgh, London School of Economics, Queen Mary University, serta institusi akademik terkemuka lainnya.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, untuk memperluas kemitraan strategis dengan universitas-universitas Inggris. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui pendirian kampus di Indonesia maupun kolaborasi akademik secara langsung di Inggris.

Presiden juga menegaskan bahwa pengiriman mahasiswa Indonesia ke luar negeri serta penguatan perguruan tinggi nasional merupakan agenda prioritas, terutama pada bidang kedokteran dan STEM.

Sebagai bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional, Presiden Prabowo merencanakan pembangunan 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih menghadapi kekurangan tenaga medis. Setiap tahun, jumlah dokter yang dihasilkan sekitar 9.000 orang, sementara kebutuhan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah dokter yang memasuki usia pensiun.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah membuka kesempatan kerja sama dengan universitas-universitas unggulan Inggris yang selama ini telah memiliki kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Kolaborasi ini dinilai krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan layanan kesehatan nasional, sekaligus mendukung target agar universitas-universitas baru tersebut dapat mulai menerima mahasiswa pada 2028 dengan standar mutu internasional serta lingkungan kampus yang aman dan menarik bagi akademisi global. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya