Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Rektor YARSI Dorong Inklusivitas dalam Pengembangan STEM

Indrastuti
31/1/2026 11:42
Rektor YARSI  Dorong Inklusivitas dalam Pengembangan STEM
Ilustrasi(MI/INDRASTUTI)

REKTOR Universitas YARSI Fasli Jalal mengatakan setiap anggota masyarakat seharusnya memiliki kesempatan untuk berkecimpung di dunia inovasi dan riset. Oleh karena ini, Fasli Jalal menekankan pentingnya inklusivitas dalam pengembangan science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

"STEM bukan hanya tentang laboratorium atau inovasi. STEM adalah tentang manusia, tentang siapa yang mendapatkan akses, kesempatan, dan akhirnya siapa yang bisa membentuk masa depan," ujar Fasli saat menyampaikan sambutan dalam kuliah umum bertajuk "STEMpowerment for All: Breaking Barriers, Building Futures" di Universitas YARSI, Jakarta, Jumat (30/1).

Faisal mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapai adalah ketimpangan akses terhadap pendidikan, terutama pendidikan STEM yang berkualitas. Sementara itu, anak muda dan perempuan selayaknya mendapatkan kesempatan yang sama. "Jika talenta itu universal, maka kesempatan juga harus universal," ujarnya.

Fasli juga menyinggung terkait dengan pengembangan sains di lingkungan kampus. Menurut dia, pengembangan sains di lingkungan sains harus disertai dengan tanggung jawab etika dan inklusi sosial.

Ia mengatakan bahwa institusi pendidikan memiliki peran penting menghadirkan lingkungan belajar bebas diskriminasi sekaligus menghadirkan figur teladan agar mahasiswa, khususnya perempuan muda, dapat mendapatkan rasa kepercayaan diri untuk masuk dan berkembang di bidang STEM.

STEM merupakan salah satu bidang pendidikan yang telah disorot oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden menginginkan jumlah mahasiswa penerima beasiswa diperbanyak. Presiden memerintahkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk membuat formulasi baru yang dapat menambah jumlah penerima beasiswa.

Presiden juga memberikan arahan agar alokasi untuk penerima beasiswa LPDP diprioritaskan pula untuk mereka yang mengambil studi bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).

"Beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi, Beliau (Presiden, red.) sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen, karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu di dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Prasetyo.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya