Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SABRINA Gonzalez Pasterski, seorang fisikawan teoretis dan warga Amerika keturunan Kuba generasi pertama, menjadi sosok pembuka dalam rangkaian profil inovator STEM Hispanik bulan ini. Tulisan ini disusun khusus untuk memperingati Bulan Sejarah Hispanik, menyoroti kontribusi besar para intelektual dari komunitas tersebut.
Ketertarikan Pasterski pada dunia STEM dimulai sejak usia yang sangat dini. Pada usia sembilan tahun, pengalaman penerbangan pertamanya memicu rasa ingin tahu yang besar terhadap mekanika udara.
Ketertarikan ini dengan cepat berkembang menjadi hobi praktis, ia berhasil membangun mesin pesawat pada usia 10 tahun dan menyelesaikan pembangunan satu pesawat utuh dua tahun kemudian.
Pada usia 14 tahun, saat remaja seusianya bahkan belum bisa mengikuti ujian izin mengemudi, gadis asal Chicago ini sudah melakukan uji coba penerbangan solo dengan pesawat buatannya sendiri. Dorongan dan kecerdasan luar biasa Pasterski membawanya menyelesaikan pendidikan akademik dengan sangat cepat.
Setelah lulus dengan predikat terbaik dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 5,0 dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), ia langsung menjadi kandidat PhD di bidang Fisika di Universitas Harvard pada usia 21 tahun. "Bertahun-tahun mendorong batas kemampuan telah membawa saya ke bidang fisika," ungkap Pasterski dalam sebuah wawancara dengan Yahoo.
Berdasarkan laman Postdoctoral Fellows di Universitas Princeton, Pasterski kini mendalami riset mengenai gravitasi kuantum dan holografi. Penelitiannya saat ini berfokus pada hamburan dalam ruang waktu yang datar secara asimtotik serta membangun model CFT (Conformal Field Theory) dual kodimensi 2 hipotetis.
Dalam wawancaranya dengan Scientific American, ia menjelaskan bahwa pengalamannya membangun pesawat saat kecil memberikan landasan kuat bagi keinginannya untuk memahami aplikasi dan jangkauan fisika secara lebih mendalam.
Prestasi Pasterski pun diakui secara global secara cepat. Pada tahun 2012, ia dinobatkan sebagai salah satu tokoh dalam "30 Under 30" oleh Scientific American saat baru berusia 19 tahun, dan masuk dalam daftar serupa versi majalah Forbes pada tahun 2015.
Selain di ranah penelitian, Pasterski juga aktif mendukung program Let Girls Learn, sebuah inisiatif pendidikan bagi anak perempuan yang diluncurkan oleh mantan Presiden Barack Obama dan Michelle Obama. Kontribusinya ini membuatnya mendapatkan undangan resmi ke Gedung Putih pada tahun 2016.
Terlepas dari segudang prestasi pribadinya, kualitas riset Pasterski-lah yang membuatnya mendapatkan gelar tidak resmi sebagai "Albert Einstein Berikutnya." Bahkan, fisikawan legendaris Stephen Hawking mengutip tiga makalah penelitian Pasterski dalam karyanya pada tahun 2016.
Andrew Strominger, Profesor Fisika di Harvard sekaligus penasihat PhD-nya, memberikan kebebasan penuh bagi Pasterski untuk meneliti subjek apa pun yang ia inginkan—sebuah bukti nyata atas kepercayaan akademis terhadap kejeniusannya.
Menurut situs resmi Harvard, Pasterski percaya bahwa fisika teoretis energi tinggi memiliki potensi untuk mengubah berbagai bidang multidisiplin.
Baginya, kata "mustahil" hanyalah sebuah tantangan. Ia meyakini bahwa kemajuan dalam bidang ini akan menciptakan perubahan tak terbayangkan bagi dunia.
Dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan tercermin dalam filosofi hidupnya yang sederhana namun mendalam: "Fisika itu sendiri sudah cukup menarik. Ini bukan seperti pekerjaan kantoran. Saat lelah, Anda tidur, dan saat tidak lelah, Anda mengerjakan fisika." (H-4)
Institusi pendidikan memiliki peran penting menghadirkan lingkungan belajar bebas diskriminasi sekaligus menghadirkan figur teladan agar mahasiswa, khususnya perempuan muda.
PRESIDEN Prabowo Subianto menggelar ratas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1), bersama sejumlah menteri membahas kerja sama antara Indonesia dan sejumlah universitas di Inggris
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia dalam UK-Indonesia Education Roundtable di London.
Presiden Prabowo menjajaki kerja sama STEM dan kedokteran dengan 24 universitas terkemuka Inggris demi memperkuat pendidikan tinggi dan tenaga medis RI.
Transformasi itu bergerak jauh lebih cepat daripada siklus kebijakan pendidikan tinggi yang selama ini kita kenal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved