Selasa 15 Februari 2022, 12:04 WIB

Kemensos Siapkan Rencana Desalinasi Air Laut di Kawasan 3T

M Farhan Zhuhri | Humaniora
Kemensos Siapkan Rencana Desalinasi Air Laut di Kawasan 3T

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Ilustrasi alat desalinasi air laut

 

MENTERI Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini menggelar pertemuan dengan guru besar dan Rektor Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membahas inovasi teknologi untuk memudahkan akses transportasi dan ketersediaan air beberapa wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

Di kawasan lain, kebutuhan air bersih diperkirakan memerlukan teknologi melalui desalinasi air laut yakni proses menghilangkan kadar garam berlebih pada air, sehingga air dapat dikonsumsi manusia, hewan, dan tumbuhan.

“Masih banyak daerah di kawasan 3T yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Seperti yang dialami masyarakat di Pulau Alor, kawasan ujung di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang harus menyeberang ke Pulau Pantar untuk mendapatkan air,” kata Mensos dalam keterangan pers, Selasa (15/2).

Mensos juga menindaklanjuti pengadaan kapal penumpang bagi masyarakat Memberamo, Papua. Selain itu, juga motor listrik GESITS untuk mobilitas masyarakat di pegunungan Papua, hasil kerja sama dengan ITS dan Universitas Cenderawasih (Uncen), tahun lalu.

“Saat ini, telah berhasil dirakit empat unit kapal yang nantinya akan digunakan untuk transportasi air masyarakat di Memberamo,” ujarnya.

Baca juga: Bantu Ketersediaan Air Bersih, Peruri Bangun Water Treatment Plant di Karawang

Rektor ITS Mochamad Ashari menyambut antusias kesempatan yang diberikan Kemensos ini untuk membantu pembangunan daerah tertinggal.

“Dengan senang hati, ITS siap untuk ikut berkontribusi bersama Kemensos guna mendukung pembangunan Indonesia,” imbuhnya.

Selain proses perakitan kapal yang sudah mencapai 90% tersebut, telah tiba pula dua jenis motor listrik GESITS, yaitu untuk daerah pegunungan dengan kemiringan standar serta kemiringan curam.

“Saat ini dua motor listrik GESITS telah tiba di Jayapura, tinggal menunggu peluncurannya serta transfer teknologi kepada masyarakat sekitar,” tutur Manajer Sains Techno Park (STP) Otomotif ITS Bambang Sudarmanta.

Dalam pertemuan ini, disepakati beberapa rencana kolaborasi ITS dengan Kementerian Sosial. Di antaranya adalah penelitian lebih lanjut oleh ahli Geofisika ITS terkait peninjauan daerah sulit air bersih, inovasi pembuatan hidroponik apung di daerah rawa, alat desalinasi portable untuk mengubah air laut menjadi air tawar, pengadaan panel surya di daerah minim listrik, serta penyelenggaraan kuliah kerja nyata (KKN) dan kerja praktik (KP) mahasiswa ITS untuk membantu di wilayah sasaran Kemensos.(OL-5)

Baca Juga

Antara

Laju Vaksinasi Covid-19 di Luar Jawa dan Bali Tergolong Rendah

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 03 Juli 2022, 23:13 WIB
Pasalnya, ada 11 provinsi di luar Jawa dan Bali yang capaiannya di bawah 50...
ourworldindata.org

Indonesia Catat Tambahan 1.614 Kasus Baru

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 03 Juli 2022, 22:30 WIB
KASUS Covid-19 di Indonesia kembali meningkat dalam beberapa hari...
DOK Perbanas Institute

Perbanas Institute Sediakan Rp2,5 Miliar Beasiswa Untuk Mahasiswa Baru

👤Widhoroso 🕔Minggu 03 Juli 2022, 20:15 WIB
PERBANAS Institute Jakarta menyediakan beasiswa senilai Rp2,5 miliar untuk calon mahasiswa baru tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya