Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Jelang Lebaran, BI Purwokerto Jangkau Daerah 3T untuk Penukaran Uang

Lilik Darmawan
04/3/2026 09:37
Jelang Lebaran, BI Purwokerto Jangkau Daerah 3T untuk Penukaran Uang
Ilustrasi(Istimewa)

MENJELANG Lebaran 2026, Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Purwokerto, Jawa Tengah menyiapkan dana Rp3,5 triliun untuk layanan penukaran uang selama Ramadan. 

Tidak hanya memperbesar alokasi, BI juga memperluas jangkauan layanan hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Kampung Laut, Kabupaten Cilacap.

Hingga pertengahan Ramadan, realisasi penukaran uang di wilayah kerja BI Purwokerto telah mencapai Rp1,6 triliun. Penukaran didominasi pecahan kecil mulai Rp2.000 hingga Rp50.000 yang paling banyak dibutuhkan masyarakat untuk keperluan Lebaran.

Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Christoveny mengatakan program penukaran uang tahun ini dikemas dalam Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026.

“Total dana yang kami siapkan mencapai Rp3,5 triliun, lebih besar dibandingkan tahun lalu. Layanan mencakup empat kabupaten, yakni Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga. Kami juga menjangkau wilayah 3T seperti Kampung Laut,” ujarnya.

Menurut dia, tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari kuota penukaran yang dibuka secara daring melalui aplikasi PINTAR dan telah terpenuhi. Sistem digital tersebut diterapkan untuk memastikan distribusi penukaran lebih tertib dan merata.

Untuk memperluas akses, BI Purwokerto menggandeng perbankan dengan membuka lebih dari 50 titik loket penukaran. Selain itu, layanan juga tersedia di 40 titik strategis di wilayah eks Karesidenan Banyumas, seperti masjid, mal pelayanan publik, hingga gedung olahraga.

“Kami membuka layanan di GOR Satria dengan kuota lebih dari seribu paket penukaran,” kata Christoveny.

Layanan jemput bola juga dilakukan untuk menjangkau masyarakat di wilayah pesisir dan tepian sungai, termasuk Kampung Laut di Cilacap. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses terhadap uang layak edar menjelang Idulfitri.

Christoveny menilai, meningkatnya permintaan penukaran uang pecahan kecil dari tahun ke tahun sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik dan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat saat Ramadan.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Seiring pertumbuhan ekonomi yang positif, kebutuhan uang pecahan kecil juga meningkat,” ujarnya.(LD/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya