Senin 14 Februari 2022, 21:14 WIB

Rencana Meniadakan Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri Dipertanyakan 

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Rencana Meniadakan Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri Dipertanyakan 

Antara/Fauzan
Papan petunjuk kedatangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta

 

EKONOMI Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan tak setuju jika pemerintah meniadakan masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Pasalnya, kasus covid-19 di Tanah Air tengah melonjak dengan menambah 36 ribu kasus per Senin (14/2). 

"Jika ditanya apakah tepat atau tidak, saya kok malah merasa mempertanyakan apakah hal tersebut bijak atau tidak? Di tengah peningkatan kasus positif covid-19, tampaknya kurang bijak jika pemerintah menghapus masa karantina," ujarnya kepada wartawan, Senin (14/2). 

Fajar berpandangan, bila tujuan utama pemerintah adalah pemulihan ekonomi, maka kegiatan perekonomian perlu diatur dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, bukan menghapus masa karantina. 

"Jadi, karantina masih perlu diterapkan, khususnya bagi siapa saja yang baru datang dari luar negeri," kata dia. 

Sementara kegiatan perekonomian harus disesuaikan pemerintah dengan perkembangan kasus covid-19 Jangan sampai banyak wilayah di Indonesia naik level PPKM ke 3 bahkan level 4 karena penularan virus itu yang tak terkendali. 

"Meskipun varian omikron ini menunjukkan gejala seperti flu pada umumnya, tetap saja perlu diantisipasi penyebarannya. Kalau sampai wilayah balik ke level 3 dan 4 yang secara otomatis dapat menganggu kinerja ekonomi," tutupnya. 

Baca juga : Pemerintah Berencana Hapus Masa Karantina dari Maret hingga April 

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal mengatakan, perlu ada pemantauan dan evaluasi secara reguler soal penghapusan karantina. 

"Disisi lain vaksinasi perlu terus digalakkan dan tetap diikuti dengan restriksi untuk yang punya komorbid dan lansia," terangnya. 

Dia pun mendukung dengan karantina yang ditiadakan dapat membantu sektor-sektor terkait pariwisata, terutama transportasi dengan penerbangan yang diharapkan ramai di Indonesia. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, jika situasi covid-19 terus membaik, karantina akan diturunkan menjadi 3 hari untuk seluruh pelaku perjalanan luar negeri per 1 Maret. 

Kemudian, jika situasi terus membaik dan vaksinasi terus meningkat, tidak menutup kemungkinan pada 1 April tidak menerapkan karantina terpusat bagi PPLN. 

“Namun sekali lagi, ini bergantung pada situasi pandemi dan upaya kita mengendalikan penyebaran kasus. Kita semua bertanggung jawab di sini untuk membuat negeri kita aman,” tegasnya dalam konferensi pers hari ini. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Itagi Kaji Vaksinasi Covid-19 untuk Balita

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 14:35 WIB
Kajian yang dilakukan untuk vaksinasi covid-19 pada anak cukup banyak dan pelik. Hal itu berbeda dengan kajian terhadap vaksinasi untuk...
Antara

Atasi PMK, Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Darurat pada Ternak

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 14:07 WIB
Sejauh ini, distribusi vaksin PMK sudah menyasar 19 provinsi tertular PMK, seperti Aceh, Lampung, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Jawa...
ANTARA / ADITYA PRADANA PUTRA

BMKG: Selatan Jakarta Berpotensi Diguncang Gempa Signifikan

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 13:25 WIB
BMKG punya banyak bukti catatan gempa kecil bahkan dengan magnitudo 4,5 mampu menimbulkan kerusakan karena hiposenternya dangkap dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya