Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
HIDUP berdampingan dengan kualitas udara yang buruk di kota-kota besar Indonesia, menjadi tantangan bagi orang tua untuk membesarkan anak.
Kenyataan tersebut juga didukung oleh pernyataan organisasi PBB pemerhati hak anak, UNICEF, yang menyebutkan sebanyak 300 juta anak terpapar polusi udara setiap harinya.
Menanggapi tantangan tersebut, Ashtra Dymach, Founder dan Content Creator HaloIbu mengatakan, sebagai warga ibu kota mau tidak mau harus berdampingan dengan polusi udara. Apalagi, sebagai seorang ibu yang harus mengasuh anak yang membutuhkan tempat bermain di luar rumah.
“Ya harus berdamai lagi-lagi, kita gak hidup di tempat yang ideal kan. Anakku butuh keluar rumah buat main outdoor, itu penting banget anak keluar butuh ketemu temen-temennya gitu,” ujar Ashtra dalam video yang diunggah akun Instagram Bicara Udara.
Baca juga: Edukasi Tentang Bahaya Pembakaran Sampah Mesti Ditingkatkan
Menurut Ashtra, polusi udara tidak dapat dihindarkan. Sehingga, rutin menjaga kesehatan keluarga dan melakukan perubahan-perubahan kecil dalam gaya hidup dengan lebih memperhatikan lingkungan akan memiliki dampak positif bagi kehidupan.
“Jadi, tinggal di ibukota sebagai seorang ibu itu serba salah juta sih. Kalau melakukan 100% green living kayaknya gak bisa sih, but try for small gesture,” ucapnya dalam keterangan pers, Kamis (3/2).
Ashtra mengatakan, salah satu dampak yang paling besar dari polusi udara kepada anak-anak adalah kesehatan pernapasan, di mana anak-anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit-penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Kayak penyakit-penyakit ISPA itu, kalau anak kecil sudah sekolah, (penyakit seperti) pilek, travel-nya cepat. Jadi pemilihan gaya hidupnya penting banget sih,” bebernya.
Oleh karena itu, Ashtra berpesan kepada ibu-ibu, khususnya di kota-kota besar, untuk menjaga kesehatan keluarga, khususnya kesehatan anak. Sebab, lanjutnya, jika gaya hidup orang tua tidak sehat, maka akan memberikan efek yang cepat terhadap kesehatan anak.
“Sama satu lagi sih. Aku gak bisa bohong. Kalau sudah urgent sekarang, coba pindah ke tempat yang lebih bagus kualitas udaranya. It has to be one of option,” pungkasnya. (RO/OL-09)
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur bisa disebabkan dehidrasi, alergi, hingga GERD. Kenali 6 penyebab paling umum dan cara mencegahnya sebelum kondisi semakin parah.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tubuh terus dilakukan berbagai pihak.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved